
Medan – SuaraNusantara
Mantan anggota DPRD Sumut 2009-2014 H Rijal Sirait menjadi sangat berbeda dari 10 koleganya yang sama-sama menjalani proses pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus penyuapan oleh mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho di Mako Brimobsu Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Selasa (30/1/2018).
Jika anggota dewan lainnya menghindar, melarikan diri dan tidak menjawab, justru Rijal Sirait siap menghadapi puluhan wartawan yang mengajukan pertanyaan.
“Tenang saja kalian, saya tidak akan lari,” kata Rijal Sirait saat dicegat wartawan di parkiran Mako Brimobsu.
Ia menjelaskan, pihak penyidik mengajukan 17 pertanyaan dan pemanggilan yang dipenuhinya untuk yang keempat kalinya.
“Pertanyaan tidak jauh dari pemeriksaan sebelumya. Ada juga pertanyaan seputar masalah keterlibatan teman lainnya terkait uang yang diberikan Gatot. Saya menjawab formal saja, apa yang saya ketahui saja,” kata Rijal Sirait.
Namun, ia mengungkapkan, sampai saat ini belum ada nama-nama baru dalam kasus tersebut.
“Masih nama-nama yang lama, ya dari anggota dewan. Kalau di luar itu, kayaknya tidak ada,” katanya.
Rizal Sirait diperiksa bersamaan dengan anggota dewan lainnya yakni Tohonan Silalahi, Abu Bokar Tambak, Tonies Sianturi, Darmawan Sembiring, Murni Elieser, Fadly Nurzal, dan Abu Hasan Maturidi.
Penulis: Ingot Simangunsong

















