
Jakarta-SuaraNusantara
Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi mengucapkan selamat Paskah kepada umat Kristen di seluruh wilayah Indonesia, dan dalam momen Paskah kali ini, dia mengajak umat untuk terus menjaga lisan dan kedamaian hati.
“Paskah tahun ini, kita serukan untuk jaga lisan damai di hati,” katanya di Jakarta, Jumat (30/03/2018).
Dengan semangat Paskah, Eusabius juga mengajak umat Kristen, khususnya dari kalangan Katolik, untuk semakin peduli kepada sesama.
“Membuka hati menjadi amat penting dalam hidup kita sehingga kita dapat semakin memahami sapaan-Nya dalam peristiwa dan pengalaman yang melintas dalam hidup kita. Sikap peduli pun menjadi semakin penting agar iman kita tidak mati,” ujarnya.
Eusabius menjelaskan, Pekan Suci dalam Gereja Katolik tahun ini dibuka dengan perayaan Minggu Palma pada 25 Maret 2018. Dalam pekan ini, Gereja merayakan misteri penyelamatan yang dilaksanakan Yesus pada hari-hari terakhir hidup-Nya di dunia.
Menurutnya, prosesi perayaan Paskah dimulai dengan Perayaan Minggu Palma untuk mengenang peristiwa Yesus masuk kota Yerusalem secara meriah, dan juga mengenangkan sengsara-Nya. Penyambutan Yesus sebagai raja dilaksanakan lewat pemberkatan dan perarakan palma.
Setelah merayakan Minggu Palma, lanjut Eusabius, umat memasuki Trihari Paskah atau Trihari Suci. Trihari Paskah berlangsung selama tiga hari penuh. Dimulai dengan Ekaristi petang pada Kamis Putih, memuncak pada perayaan Malam Paskah, dan berakhir pada Ibadat Sore Minggu Paskah.
“Selama tiga hari tersuci ini, Gereja merayakan misteri terbesar karya penebusan: sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus,” tuturnya.
Setelah rangkaian Perayaan Kamis Putih, umat Katolik memasuki hari Jumat Agung. Pada hari ini, Yesus Kristus, Anakdomba Paskah, dikurbankan. Dalam Ibadat Sabda sesudah tengah hari (pukul 15.00) Gereja mengenangkan sengsara dan Wafat Yesus, menghormati salib, dan mengenang kembali kelahirannya dari lambung Yesus yang tergantung di salib.
“Pada hari ini, tidak ada perayaan Ekaristi; Gereja menjalani puasa Paskah yang harus dipandang keramat,” tuturnya.
Trihari Suci ketiga, adalah Malam Paskah. Malam Paskah adalah malam suci kebangkitan Yesus, yang merupakan puncak perayaan Trihari Suci. Pada Malam Paskah, Gereja berjaga, menantikan kebangkitan Yesus dan merayakannya dalam ibadat suci. Pada Malam Paskah ini, Gereja juga membaptis para katekumen (orang-orang yang dibimbing secara khusus sebelum dibaptis menjadi Katolik-red).
“Kebiasaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa dengan dibaptis, para katekumen ambil bagian dalam misteri Paskah,” jelasnya.
Eusabius menambahkan, ada kesamaan antara pembaptisan dan Paskah: sebagaimana Yesus wafat, dikubur, lalu bangkit, demikian pula para baptisan mati terhadap dosa, dikuburkan (ditenggelamkan dalam air), dan bangkit (keluar dari air) untuk hidup baru sebagai anak Allah. Dalam hubungan ini pula kaum beriman diajak membarui janji baptis dalam perayaan Malam Paskah.
“Maka Perayaan (Malam) Paskah juga selalu menjadi perayaan kebangkitan umat sebagai orang beriman yang mati terhadap dosa, dan hidup baru sebagai anak Allah,” katanya. (Eka)

















