Suaranusantara.com – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio kepada David mendapatkan sorotan dari masyarakat Indonesia.
Hal ini lantaran Mario Dandy diketahui sebagai anak pejabat Ditjen Pajak yang selalu memamerkan gaya hidup mewah namun menunggak membayar pajak.
Warganetpun ramai-ramai mengecam aksi putra dari Rafael Alun Trisambodo yang kini telah dicopot dari Ditjen Pajak.
Dalam video yang beredar, terlihat Mario melakukan penganiayaan kepada David meskipun David sudah tak sadarkan diri hingga harus mendapatkan perawatan intensif diruang ICU karena mengalami koma.
Dikarenakan ramainya pemberitaan mengenai aksi penganiayaan oleh Mario yang berdampak hingga mencuatnya sorotan publik terhadap gaya hidup para pejabat pajak, sampai mendapat perhatian dari media internasional. Salah satunya adalah StraitsTimes yang diketahui turut memberitakan kasus tersebut.
Dilihat dalam akun Twitternya yang bernama @STforeigndesk, media ini menuliskan headline berjudul “Indonesian Youth’s Attack on Girlfriend’s Ex Exposes His Public Servant Dad’s Unexplained Wealth” disertai dengan foto.
Namun, ada yang aneh dari foto tersebut. Dalam foto yang seharusnya menampilkan sosok Mario sebagai pelaku tindak kekerasan, media ini malah menepatkan foto David Brendi, seorang YouTuber yang akunnya dikenal dengan akun Instagram @GadgetIns.
Di akun Instagramnya, David Brendi mengunggah tangkapan layar dari akun Twitter media internasional tersebut.
“Kalau yg menulis emang ngikutin cerita anak rubicon, pasti tau mukanya kayak gimana. Lah ini gambar ilustrasinya aja salah, yang nulis beneran tahu apa yg dia tulis nggak sih, atau pakai ChatGTP doang.” ucapnya
Sontak saja postingan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet, dalam 45 menit setelah diposting sudah lebih 3 ribu pengguna yang mengomentari.
Diduga, media tersebut salah menggunakan foto yang sudah diedit oleh warganet dengan wajah David gadgetin.
@ridwaxxx : “aduh koq ngakak”
@achno_xxx : “ngakak so hard”
@audreyffrxxx : “maap ngakak” .(ADT)


















Discussion about this post