Suaranusantara.com – Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau, telah menghadiri undangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk berpartisipasi dalam penyusunan Peran Strategis Perlindungan Kebudayaan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 24 hingga 26 Juli 2023, di Novotel Jakarta Gajah Mada, Jakarta Barat.
Teruna Wau merupakan satu-satunya perwakilan dari seluruh desa di Provinsi Sumatera Utara yang diundang untuk ikut serta dalam penyusunan peran strategis perlindungan kebudayaan, khususnya dalam perlindungan cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan.
Dalam pernyataannya, Teruna Wau menyambut baik kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan tersebut. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan memberikan dampak besar bagi desa cagar budaya nasional dalam melindungi objek kebudayaan yang ada.
Teruna Wau juga menyatakan bahwa dirinya mewakili Desa Bawomataluo yang terkenal dengan atraksi lompat batu dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Desa tersebut masih merawat dengan baik peninggalan sejarah dan menjaga keaslian budayanya.
“Indonesia memiliki sebanyak 196 cagar budaya nasional, dan Bawomataluo termasuk di antaranya,” ujar Teruna Wau melalui pesan singkatnya ke Suaranusantara.com pada Selasa, 25 Juli 2023.
Lebih lanjut, Teruna Wau menjelaskan bahwa pada hari kedua acara, mereka membahas sejumlah persoalan penting dalam pengembangan cagar budaya nasional. Diskusi meliputi strategi pengembangan budaya serta peran penting seluruh elemen masyarakat, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Penyusunan pengembangan strategi ini harus dilaksanakan dengan baik, karena regulasinya harus dibentuk secara komprehensif dan terukur,” ungkap Teruna Wau.
Terakhir, ia berharap bahwa dengan kegiatan ini, pemerintah pusat akan kembali mengajukan permohonan agar Desa Bawomataluo diajukan kembali ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai warisan dunia.
“Harapan ini sangat dinantikan oleh kita semua, agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan Desa Bawomataluo dapat menjadi salah satu desa warisan dunia,” harap Teruna Wau.(Red)


















Discussion about this post