Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Tanah Para Pendekar, Kisah Orang Nias 130 Tahun Silam

Suara Nusantara by Suara Nusantara
8 December 2016
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly bersama Duta Besar Italia untk Indonesia Vittorio Sandali (Foto: Arman)

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly bersama Duta Besar Italia untk Indonesia Vittorio Sandali (Foto: Arman)

10
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Cover Buku Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan (Foto: istimewa)
Cover Buku Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan (Foto: istimewa)

Jakarta-SuaraNusantara

Nias Selatan 130 tahun silam. Pemburu kepala bergentayangan siap menebas leher siapa saja yang dianggap membahayakan keamanan kampung. Mereka memang berasal dari suku-suku yang memiliki tradisi berburu kepala manusia.

Keahlian perang suku-suku pemburu kepala ini begitu mengagumkan. Bahkan penjajah Belanda tidak pernah berhasil menundukkan mereka. Tapi siapa sangka Elio Modigliani mampu menjelajahi seantero Nias Selatan. Ditemani 4 pemburu sewaan dari Pulau Jawa, dia berkeliling dari satu desa ke desa lain di Nias Selatan dan berhasil keluar dari sana dalam keadaan selamat.

BACAJUGA

Huawei FreeBuds 7i Resmi Meluncur, Manjakan Telinga dengan Audio Premium!

Lestari Moerdijat: Kolaborasi Multipihak Kunci Kejar Ketertinggalan Literasi

Elio Modigliani adalah seorang penjelajah dan ilmuwan asal Florence, Italia. Ia menjelajahi Nias Selatan dari April-September 1886. Selama itu, dia berhasil mendokumentasikan berbagai aspek kehidupan dan budaya Nias ke dalam buku berjudul Viaggio o Nias (Perjalanan ke Nias) yang dipublikasikan tahun 1890, sekembalinya dia ke Italia.

Tulisan Modigliani menceritakan setiap aspek budaya Nias dengan deskripsi terperinci, mulai dari seni kerajinan tangan, legenda, lagu-lagu, teknik peperangan, pengobatan tradisional, dan lain-lain. Lebih dari seratus tahun, sumber pengetahuan yang sangat berharga ini terkubur di perpustakaan Italia. Orang Indonesia dan Nias sendiri tidak tahu ke mana budaya tersebut menghilang.

Namun bukan hanya sekadar kenangan yang berhasil Elio bukukan, tercatat dia juga membawa koleksi luar biasa berupa hasil kerajinan Nias, senjata, tumbuhan, hewan, dan 26 tengkorak manusia yang diperolehnya dari para pemburu kepala. Semua koleksi tersebut menjadi benda yang sangat berharga bagi Museum Nasional Antropologi dan Etnografi di Florence, Italia.

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly bersama Duta Besar Italia untk Indonesia Vittorio Sandali (Foto: Arman)
Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly bersama Duta Besar Italia untuk Indonesia Vittorio Sandali (Foto: Arman)

130 tahun berlalu sudah. Nun jauh di Italia sana, Vanni Puccioni merupakan cucu Direktur Museum Nasional Antropologi dan Etnografi yang memamerkan hasil petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan. Ketika Pulau Nias dilanda gempa dan tsunami pada Desember 2004, Vanni yang bekerja sebagai pegawai di Pemerintah Daerah Tuscany, datang ke Indonesia untuk bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna membantu Pulau Nias.

Suatu kebetulan, selama berada di Pulau Nias, Vanni diberi buku penjelajahan Elio Modigliani dari Pastor Johannes dari Ordo Kapusin. Vanni pun akhirnya tertarik melakukan penelitian lebih dalam mengenai perjalanan Elio.

“Mengeksplorasi Nias pada tahun 1886 bersama Modigliani, saya dapat mengenal dan memahami jiwa dan rahasianya, sekaligus menemukan beberapa tanda tanya baru, mengapa para pemburu kepala Nias tidak membunuh atau merampas semua barang bawaan Mogliani, terutama persenjataan yang sangat mereka inginkan?” ujar Vanni.

Terdorong hasrat memecahkan misteri keberhasilan Elio keluar dari Nias Selatan dalam keadaan hidup, Vanni kemudian menelusuri jejak sang petualang dengan mencari keturunan raja dan para prajurit di desa-desa yang dahulu dikunjungi Elio bersama 4 pemburu bayarannya.

Hasil penelitian Vanni kemudian dibukukan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan kini ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini menjadi sangat penting karena dapat mendeskripsikan kehidupan penduduk Pulau Nias pada akhir abad ke-19, sekaligus menjadi kunci untuk memahami dasar mentalitas dan cara berpikir mereka.

Buku setebal 376 halaman karya Vanni Puccioni diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama dengan judul “Tanah Para Pendekar: Petualangan Elio Modigliani di Nias Selatan Tahun 1886”.

Buku tersebut baru saja diluncurkan di Auditorium Istituto Italiano di Cultura (IIC), Jl. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Selasa (6/12/2016) kemarin. Beberapa tokoh masyarakat Nias, termasuk Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly tampak hadir dalam peluncuran buku ini. “Nias tanahku sangat kaya akan budaya,” kata Yasonna sambil menuturkan kebiasaan prajurit Nias memenggal kepala orang hanyalah kisah masa lalu yang sudah tidak terjadi lagi di masa sekarang.

Duta Besar Italia untuk Indonesia, Vittorio Sandali, yang hadir dalam peluncuran menuturkan, keberhasilan Elio Modigliani di Nias Selatan yang dipenuhi ancaman suku pemburu kepala, menunjukkan keberhasilannya dalam memahami keberagaman.

Sementara menurut Vanni Puccioni, Elio Modigliani tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke Pulau Nias, tetapi dia melanjutkan petualangan dengan menyusuri wilayah Sumatera Utara lainnya, terutama di pedalaman Batak dan Pulau Enggano.

Pada 1892 dan 1894, ujar Vanni, Elio Modigliani kembali menerbitkan buku berjudul Tra i libri Batacchi (Di Antara Suku Batak yang Bebas) dan Lisolla delle donne (Pulau Para Perempuan).

“Meski akhir hayat Modigliani di Florence, Italia, tetapi hatinya selalu tertambat di Nias,” kata Vanni. (arman badriza)

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid (HNW) (dok suaranusantara.com)
Nasional

HNW Dukung Perdamaian AS-Iran: Untuk Hindarkan Dunia dari Krisis dan Kembali Fokus Atasi Tragedi di Gaza Merdekakan Palestina

by snc4
19 June 2026

Suaranusantara.com- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR...

Pengelola keuangan Fredy Pratama, Frans Antoni saat tiba di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jum'at (19/06/2026). (Ilham F/Suaranusantara)
Nasional

Antek Fredy Pratama Ditangkap di Malaysia, Diduga Kendalikan Duit hingga Operasi Sindikat Narkoba

by Ilham F
19 June 2026

Suaranusantara.com - Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim...

Roy Suryo saat digiring ke rutan sementara Polda Metro Jaya, pada Jum'at (19/6/2026). (Ilham F/Suaranusantara)

Roy Suryo dan dr.Tifa Ditahan Di Rutan Sementara Polda Metro Jaya

19 June 2026
Rumah Indofood Hadirkan Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Jakarta Fair 2026 pada Rabu, 17 Juli 2026 (suaranusantara.com)

Pecah dan Penuh Kejutan, Rumah Indofood Hadirkan Duel Masak Bareng Aldi Taher dan Chef Hideki di Jakarta Fair 2026

19 June 2026
Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap polisi Jumat pagi 19 Juni 2026 (Instagram @ngompolmedia)

Update Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Dari 8 Tersangka, Roy Suryo dan Dokter Tifa Kini Ditangkap

19 June 2026
Respon Menteri Sosial Terkait Rencana Dedi Mulyadi jadikan Vasektomi Syarat Terima Bansos

Gus Ipul Tekankan Pentingnya Integritas Saat Lantik 8 Pejabat Baru Kemensos

19 June 2026

POPULER MINGGU INI

Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

11 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Refly Harun bicara soal penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa (Instagram @otaksehat)
Nasional

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polisi Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Refly Harun: Menenggarai Semacam Pesanan

by Feri Spt
19 June 2026

Suaranusantara.com- Refly Harun selaku tim kuasa hukum pakar telematika, Roy Suryo dan dr Tifa angkat bicara soal...

Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap polisi Jumat pagi 19 Juni 2026 (Instagram @ngompolmedia)

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro, Tim Hukum Kecam Penangkapan

19 June 2026
Roy Suryo dan dr Tifa ditangkap kepolisian pada Jumat pagi 19 Juni 2026 (Instagram @infipop.id)

Drama Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Masih Berlanjut, Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya

19 June 2026
CEO Danantara Rosan Roeslani saat hadiri pertemuan bersama pimpinan bank Himbara dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta (Instagram @rosanroeslani)

Pimpinan Bank Himbara Merapat ke Istana Temui Prabowo, Danantara: Presiden Beri Arahan dan Sharing Perekonomian

19 June 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat gelar pertemuan dengan pimpinan Bank Himbara di Istana, Kamis 18 Juni 2026 (Instagram @rosanroeslani)

Titah Prabowo ke Petinggi Bank BUMN: Jangan hanya Kejar Laba

19 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com