Suaranusantara.com- Sejumlah tokoh-tokoh yang dulunya mendukung Jokowi kini berbalik badan karena dinilai presiden ketujuh itu sering tidak konsisten dalam berbicara.
Hal itu disampaikan oleh eks anggota tim hukum Jokowi pada Pemilu 2014 lalu, Sirra Prayuna. Sirra Prayuna tegas sampaikan jika ia tidak percaya sikap netral Jokowi pada pilpres 2024 mendatang.
Sirra Prayuna menilai bahwa omongan dan tindak Jokowi terkadang berbeda-beda.
“Loh, saya wajib enggak percaya dong. Karena presiden berkali-kali antara narasi dan tindakan itu berbeda,” kata Sirra, seusai melaporkan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Paiman Raharjo di Badan Pengawas Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Rabu, 1 November 2023.
Salah satu ucapan Jokowi yang dinilai Sirra yang bereda-beda saat sebut Gibran tidak mungkin mencalonkan diri sebagai wakil presiden mengigat putra sulungnya itu baru 2 tahun menjaba sebagai waki kota Surakarta.
“Pakai logika aja, Gibran akan maju wakil presiden, baru dua tahun,” kata Sirra, menirukan ucapan Jokowi.
Selain itu, Sirra menyatakan Jokowi sendiri berkali-kali menyampaikan tidak akan menjadi presiden tiga periode atau memperpanjang masa jabatan presiden. Faktanya, kata dia, Menteri Luhut Binsar Panjaitan, Airlangga Hartarto, Zulkfili Hasan, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menggalang massa mendukung perpanjangan masa jabatan presiden.
“Apa iya tidak dalam konteks arahan? Saya tidak percaya itu,” ujar Sirra.(red)


















Discussion about this post