SuaraNusantara.com-Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR, Fadli Zon, mempertegas desakannya terhadap Sidang Parlemen Asia (APA) untuk menetapkan Israel sebagai pelaku genosida dan kejahatan perang. Dalam pidatonya sebagai Ketua Delegasi Indonesia, Fadli Zon mengadvokasi perlunya langkah konkret dari negara-negara di seluruh dunia untuk menghentikan perang yang secara faktual merupakah genosida terhadap warga sipil Palestina, terutama anak-anak dan perempuan.
“Perang ini telah menelan korban jiwa sebanyak 11 ribu warga Gaza sejak dimulainya serangan Israel pada 7 Oktober 2023. Pada kenyataannya, mayoritas korban jiwa adalah anak-anak dan perempuan,” ungkap Fadli Zon. Desakan tegas ini muncul sebagai respons terhadap krisis kemanusiaan yang terus berlanjut akibat serangan Israel terhadap Gaza.
Fadli Zon menyoroti dampak serius yang mungkin terjadi jika tidak ada tindak lanjut yang tegas terhadap situasi tersebut. Dalam konteks ini, ia mendesak Parlemen Asia (APA) untuk secara resmi menyatakan Israel sebagai negara teroris. Tak hanya itu, Fadli Zon juga meminta negara-negara di seluruh dunia, termasuk anggota Parlemen Asia, untuk mengucilkan Israel dan memutuskan semua hubungan dengan negara tersebut.
Baca Juga:Â MUI Keluarkan Fatwa Baru: Dukung Palestina, Haramkan Produk Israel
Pernyataan Fadli Zon dilontarkan dalam forum Asian Parliamentary Assembly (APA) yang berlangsung di Baghdad, Irak pada 10-11 November. Melalui forum ini, ia berharap diplomasi parlemen dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengakhiri perang dan kejahatan kemanusiaan yang berulang terhadap Palestina.
Fadli Zon menekankan urgensi pesan yang kuat dari Parlemen Asia (APA) melalui resolusi “Asian Parliaments’ Unwavering Support for the Palestinian People.” Menurutnya, langkah ini dapat memperkuat peran parlemen dunia dalam menyelesaikan konflik, terutama di wilayah Palestina. Selain itu, Fadli Zon berharap komunitas internasional dapat memberikan tekanan ganda kepada Israel untuk menghentikan agresi militernya terhadap rakyat Gaza melalui implementasi gencatan senjata total.
“Komunitas internasional harus menilai situasi di Palestina secara objektif dan adil, tanpa menggunakan standar ganda. Pendekatan yang adil seperti ini diperlukan untuk memfasilitasi proses perundingan perdamaian yang berkelanjutan,” pungkas Fadli Zon.
Baca Juga:Â Fadli Zon Tanggapi Isu Perubahan Haluan Politik Jokowi dan Prabowo-Gibran Disebut Neo Orba


















Discussion about this post