Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Kisruh Pembelian Heli AW101: Panglima TNI dan Kemenhan Sama-sama Tidak Tahu

Suara Nusantara by Suara Nusantara
7 February 2017
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Helikopter AW 101. (Foto: www.agustawestland.com)

Helikopter AW 101. (Foto: www.agustawestland.com)

2
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Helikopter AW 101. (Foto: www.agustawestland.com)

Jakarta-SuaraNusantara

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku tidak tahu soal perencanaan pembelian helikopter Agusta Westland AW-101 oleh TNI AU. Sedangkan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku juga tidak tahu usulan pembelian helikopter tersebut, yang diajukan Kepala Staf TNI Angkatan Udara terdahulu, Agus Supriatna.

Ryamizard Ryacudu menjelaskan rencana pengadaan heli itu berawal sejak diusulkan menjadi pesawat VVIP kepresidenan tahun 2015. “Itu dulu pesawat (untuk) kepresidenan. (Pengadaan) Pesawat presiden itu melalui Setneg,” ujar Rymizard, usai rapat kerja dengan Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2017).

BACAJUGA

Bocoran Samsung Galaxy S27 Pro: Bakal Bawa Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro?

Prediksi Prancis vs Irlandia Utara: Pemanasan Krusial Kandidat Juara Dunia!

Dirinya pun percaya bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak mengetahuinya. “Oh iya dong (Panglima TNI tidak tahu). Saya juga enggak tahu,” ujar Ryamizard.

Pasalnya, izin pembelian helikopter kepresidenan melalui Kementerian Keuangan yang diteruskan ke Sekretariat Negara. “Jadi waktu kerja, panglima enggak tahu,” kata Ryamizard.

Pembelian helikopter Agusta Westland AW-101 bermula ketika pada akhir tahun 2015, ada rencana pembelian heli AW-101 untuk kepresidenan. Namun Jokowi merasa heli VVIP kepresidenan Super Puma masih laik, sehingga rencana pembelian heli AW-101 buatan Inggris itu dibatalkan.

Meski  sudah dibatalkan, namun ternyata TNI AU tetap ingin membeli heli AW-101 tersebut pada akhir 2016. Tetapi TNI AU menegaskan, helikopter itu tidak akan dipakai sebagai helikopter VVIP kepresidenan, melainkan untuk pesawat angkut berat dan SAR tempur.

Heli buatan Inggris itu pun sudah tiba di Indonesia. “Hari ini pun sudah ada di tempat. Itu sudah ada di Halim,” ujar Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2017).

Meski telah tiba di Indonesia, pabrikan heli tersebut belum melakukan serah terima kepada pihak TNI AU. Hadi juga tidak menyebut ada berapa unit heli buatan Inggris itu yang tiba di Halim.

“Belum diserahkan. Masih pihak sana. Laporannya itu (tiba) 4 atau 5 hari yang lalu. Saya belum lihat fisiknya,” jelas dia.

Hadi menyatakan, TNI AU telah membentuk tim investigasi soal pengadaan heli ini, karena heli tersebut dipesan pada era KSAU sebelumnya, Marsekal (Purn) Agus Supriatna. Namun Hadi tidak merinci apakah tim investigasi internalnya itu bersinergi dengan tim investigasi yang dibuat oleh Panglima TNI.

Kisrub pembelian helikopter bermula ketika pada rapat kerja dengan Komisi I DPR RI hari Senin (6/2/2017) kemarin, Panglima TNI Gatot Nurmantyo menuding Peraturan Menteri Pertahanan No 28 Tahun 2015 membuat dirinya sampai tidak mengetahui soal perencanaan pembelian alutsista. Sebab, dalam aturan tersebut, Panglima TNI tidak diberi kewenangan soal pembelian alutsista tiap-tiap matra. Sehingga soal perencanaan pembelian alutsista untuk AU, AL, AD, Gatot selaku Panglima TNI tidak tahu apa-apa.

“Saya tidak mengatur anggaran AU berapa, AD berapa, AL berapa. Anggaran langsung tanggung jawab ke Kemenhan, tidak melalui Panglima,” ujar Gatot.

Dengan kondisi itu, Gatot mengaku sulit mengendalikan penggunaan anggaran TNI. Padahal, pada Pasal 3 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dijelaskan bahwa  TNI berada di bawah koordinasi Departemen Pertahanan (Kemenhan). Padahal, TNI bukanlah bagian dari unit operasional Kemenhan.

“Sebab pada Pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa TNI terdiri dari AD, AL, dan AU yang melaksanakan tugasnya secara matra atau gabungan di bawah pimpinan Panglima,” tuturnya.

“Saya buka ini seharusnya sejak 2015 tapi berkaitan dengan saya, saya buka ini untuk menyiapkan adik-adik saya. Karena saya mungkin besok bisa diganti, paling lambat Maret saya harus diganti. Kalau ini terjadi terus, maka kewenangan di bawah Panglima  TNI tidak ada,” sambung Gatot.

Gatot menyatakan saat ini tim investigasi soal rencana pembelian AW-101 masih terus bekerja. Ia belum bisa memastikan siapa yang membuat pengajuan dana untuk pembelian heli itu.

“Sekarang investigasi masih jalan. Dengan kehati-hatian dan ketelitian agar ketika diputuskan nanti sudah benar,” ujar Gatot.

Ketidak tahuan Panglima TNI dan Menhan terkait pembelian alustsista ini akhirnya menimbulkan keheranan di tengah masyarakat. Koordinasi antar instansi negara dinilai tidak berjalan dengan baik. Ragam komentar pun bermunculan.

“Sungguh aneh, Panglima TNI dan Menhan tidak tahu ihwal pembelian helikopter Agusta Westland 101 untuk TNI AU,” ujar AM Fatwa dalam akun Twitter @AMFatwa, Selasa (7/2/2017). (Cipto)

 

ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Nasional

Kepala BGN: Tahun 2026 Fokus pada Kualitas MBG, Bukan Kuantitas 

by Fifi
8 June 2026

Suaranusantara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru...

Diskusi FPG MPR RI: Kepercayaan Investor Jadi Kunci Pengembangan Obligasi Daerah
Nasional

Diskusi FPG MPR RI: Kepercayaan Investor Jadi Kunci Pengembangan Obligasi Daerah

by snc4
8 June 2026

Suaranusantara.com-  Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI, Melchias...

Mekeng Desak Percepatan UU Obligasi Daerah, Investor Butuh Kepastian Hukum

Mekeng Desak Percepatan UU Obligasi Daerah, Investor Butuh Kepastian Hukum

8 June 2026
Lestari Moerdijat

Lestari Moerdijat: Partisipasi Perempuan Rendah di sektor STEM, Hambat Daya Saing Bangsa

8 June 2026

Usai Dilantik Presiden, Kepala BGN yang BaruTegaskan Fokus Efisiensi Anggaran MBG

8 June 2026

Presiden Prabowo Lantik Said Iqbal jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh

8 June 2026

POPULER MINGGU INI

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

3 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

3 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

3 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

3 months ago
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

3 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Belanda vs Uzbekistan
Olahraga

Prediksi Belanda vs Uzbekistan: Ambisi Besar De Oranje!

by snc 14
8 June 2026

Suaranusantara.com - Laga uji coba terakhir sebelum genderang Piala Dunia 2026 resmi ditabuh akan menyajikan duel menarik...

Presiden Prabowo Resmi  Lantik Nanik S. Deyang Jadi Kepala Badan Gizi Nasional yang Baru 

8 June 2026
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi dan jajaran dalam RDP dengan Komisi XIII DPR (Dok YouTube DPR RI)

Ditjen PAS Sebut Anggaran Operasional Bapas 2026 dan 2027 Nol Rupiah: Mengkhawatirkan  

8 June 2026

Majelis Etik Ombudsman Nyatakan Hery Susanto Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat

8 June 2026
Presiden Buruh sekaligus Ketua KSPI, Said Iqbal dilantik jadi Penasihat Khusus Presiden Senin sore 8 Juni 2026 (Dok Suaranusantara.com)

Said Iqbal Beberkan Alasan Mau Gabung Kabinet Prabowo, Sore Ini Dilantik Jadi Penasihat Khusus Presiden

8 June 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com