Suaranusantara.com – Laga uji coba terakhir sebelum genderang Piala Dunia 2026 resmi ditabuh akan menyajikan duel menarik antara Tim Nasional Belanda kontra Uzbekistan.
Pertandingan pamungkas Belanda vs Uzbekistan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 9 Juni 2026, pukul 01.45 WIB.
Bagi kedua kesebelasan, pertandingan ini mengusung misi tunggal yang krusial: meraih kemenangan demi mendongkrak moral tim yang sempat merosot akibat hasil minor pada laga sebelumnya.
Stadion Icahn di New York akan menjadi saksi sejarah pertemuan perdana kedua negara ini.
Di stadion berkapasitas minimalis tersebut, baik Belanda maupun Uzbekistan sama-sama mengincar momentum untuk bangkit.
Ambisi Besar De Oranje dan Tamparan Keras dari Aljazair
Setelah sukses menembus semifinal Euro 2024 serta babak perempat final di Piala Dunia 2022 dan UEFA Nations League terbaru, Belanda kini membidik target yang lebih tinggi.
Pasukan Ronald Koeman bertekad mengakhiri kutukan sejarah, di mana mereka sudah tiga kali kalah di partai final, dan membawa pulang trofi emas yang selama ini selalu luput dari genggaman.
Namun, jalan menuju takhta juara dipastikan terjal. Tergabung dalam Grup F yang rumit bersama Jepang, Swedia, dan Tunisia, armada Koeman dituntut untuk langsung tancap gas sejak laga pertama.
Guna menjaga ritme permainan, dua laga uji coba kontra Aljazair dan Uzbekistan sengaja dijadwalkan.
Sayangnya, laga uji coba pertama berakhir antiklimaks. Rekor sepuluh pertandingan tak terkalahkan milik De Oranje harus terhenti di Stadion De Kuip setelah penyerang sayap Feyenoord, Anis Hadj Moussa, mencetak gol kemenangan bagi Aljazair di menit-menit akhir.
Pasca-kekalahan memalukan tersebut, skuad Belanda langsung terbang ke Amerika Utara untuk menjalani pemusatan latihan singkat.
Di Stadion Icahn yang hanya berkapasitas 5.000 penonton, Koeman memiliki kesempatan terakhir untuk meramu strategi terbaik sebelum berhadapan dengan Jepang di Dallas enam hari kemudian.
Debut Bersejarah Uzbekistan di Bawah Komando Cannavaro
Di kubu seberang, Uzbekistan yang menduduki peringkat 50 FIFA, terpaut 43 peringkat dari Belanda, sedang bersiap mengukir sejarah dalam debut perdana mereka di Piala Dunia.
Setelah berkali-kali kandas di fase kualifikasi pada edisi-edisi sebelumnya, negara Asia Tengah ini akhirnya berhasil lolos dan akan bersaing di Grup K bersama Portugal, Kolombia, dan Republik Demokratik Kongo.
Meski tiket kelolosan diraih di bawah arahan Timur Kapadze, tim berjuluk “Serigala Putih” ini sekarang dinakhodai oleh mantan kapten legendaris Italia, Fabio Cannavaro.
Sosok yang pernah mengangkat trofi Piala Dunia dua dekade lalu itu diharapkan mampu menularkan mental juara kepada anak asuhnya.
Menjelang laga ini, Uzbekistan sebenarnya memiliki rekam jejak yang cukup solid. Mereka hanya menelan dua kekalahan sejak tumbang dari Qatar pada kualifikasi zona Asia di akhir tahun 2024.
Kekalahan kedua baru saja mereka rasakan saat ditekuk Kanada 2-0, di mana sang kapten, Eldor Shomurodov, menyia-nyiakan dua peluang emas.
Kini, sebelum bertolak ke Kota Meksiko untuk laga pembuka grup, Uzbekistan harus melewati ujian berat dari raksasa Eropa di New York.
Badai Cedera Menghantui Kedua Kubu
Kabar baik berembus bagi Belanda setelah top skor sepanjang masa mereka, Memphis Depay, serta bek andalan Jurrien Timber dinyatakan pulih dari cedera dan masuk ke dalam skuad.
Kendati demikian, komposisi Belanda tetap pincang. Jerdy Schouten yang menderita cedera ligamen lutut (ACL) harus absen bersama Matthijs de Ligt dan Xavi Simons. Bek veteran Stefan de Vrij tidak dipanggil, sementara pemain Liverpool, Jeremie Frimpong, dicoret dari daftar.
Saat bersua Aljazair, Koeman kehilangan Denzel Dumfries karena sanksi kartu dan Timber yang terlambat bergabung setelah membela Arsenal di final Liga Champions.
Pada laga nanti, posisi bek kanan yang sempat diisi Mats Wieffer kemungkinan besar akan dikembalikan kepada Dumfries, yang santer dirumorkan akan segera berseragam Real Madrid dari Inter Milan.
Sementara itu, Fabio Cannavaro diprediksi akan menerapkan skema lima bek dengan mengandalkan bintang Manchester City, Abdukodir Khusanov, sebagai jenderal lini pertahanan.
Selain Khusanov, praktis hanya Eldor Shomurodov (top skor sepanjang masa Uzbekistan dengan 44 gol) dan gelandang Istanbul Basaksehir, Abbosbek Fayzullaev, penggawa Uzbekistan yang merumput di Eropa.
Mayoritas pemain lainnya bermain di liga domestik, termasuk bek kiri Ibrokhimkhalil Yuldoshev yang sayangnya harus melupakan mimpi tampil di Piala Dunia akibat cedera mendadak.
Perkiraan Susunan Pemain
- Belanda:
Verbruggen; Dumfries, Van Hecke, Van Dijk, Ake; De Jong, Gravenberch, Reijnders; Summerville, Depay, Gakpo. - Uzbekistan:
Yusupov; Sayfiev, Abdullaev, Khusanov, Ashurmatov, Nasrullaev; Fayzullaev, Hamrobekov, Shukurov, Uronov; Shomurodov.
Analisis Pertandingan dan Prediksi Skor
Meski Uzbekistan memiliki organisasi pertahanan yang rapi di bawah asuhan Cannavaro, mereka tampaknya masih kekurangan daya dobrak untuk mengejutkan lini belakang Belanda.
Di sisi lain, De Oranje memiliki kreativitas dan kedalaman lini serang yang jauh lebih mewah.
Mengingat kedua tim akan bermain hati-hati demi menjaga kebugaran menjelang laga resmi Piala Dunia, rotasi pemain kemungkinan besar akan sering terjadi di babak kedua.
Hal ini berpotensi membuat alur pertandingan sedikit terputus-putus. Kematangan taktik dan kualitas individu pemain diprediksi akan menjadi pembeda dalam laga ini.
Prediksi Skor Akhir: Belanda 2-0 Uzbekistan.


















Discussion about this post