Suaranusantara.com- Marshel Widianto komika jebolan Stand Up Comedy telah resmi diusung oleh Gerindra untuk maju di Pilwalkot Tangerang Selatan sebagai calon wakil beberapa waktu lalu.
Bahkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah resmi memberi rekomendasi kepada pasangan Ahmad Riza Patria-Marshel Widianto untuk maju sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan.
Rekan-rekan selebriti yang mengkritik Marshel Widianto maju sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan di antaranya Nikita Mirzani, Panji Pragiwaksono dan Kiky Saputri.
Para selebriti ini menilai Marshel tak pantas maju lantaran belum memiliki pengalaman apa-apa terkait Tangerang Selatan.
Hal ini membuat Kaesang Pangarep selaku Ketum PSI angkat bicara soal Marshel Widianto.
Kaesang memberi pembelaan untuk Marshel Widianto dengan mengatakan bahwa masyarakat hanya menilai sang komika dari luarnya saja.
Kaesang menyakini Marshel memiliki kemampuan yang masyarakat tidak mengetahuinya dan belum diberi kesempatan.
Bahkan kata Kaesang, bisa saja sosok Marshel nantinya malah mengalahkan incumbent dari partai Golkar di Pilwalkot Tangsel.
“Masyarakat tahu Marshel hanya dari luarnya saja. Beliau beberapa kali memaparkan idenya tentang Tangsel, saya rasa beliau punya kemampuan, cuma belum dikasih kesempatan aja. Oleh karena itu kalau ada debat, saya rasa Marshel bisa mengalahkan incumbent dari partai Golkar,” ucap Kaesang pada Kamis 18 Juli 2024.
Marshel pun diketahui turut menanggapi kritik dari rekan-rekannya itu.
Dia tak mempermasalahkan atas kritikan yang diutarakan kepadanya karena menurut Marshel itu merupakan hal positif.
Dengan dikritik maka bisa menjadi evaluasi bagi Marshel.
“Tidak apa-apa, itu hal yang biasa. Justru itu bagus, bisa dijadikan evaluasi buat saya agar lebih baik ke depannya,” ucap komika asal Tanjung Priok tersebut.
Baginya, kritikan yang dilontarkan dari sesama komika, itu semacam roasting.
Menurutnya, dalam seni Stand Up Comedy roasting bukanlah hal yang negatif, itu merupakan medium untuk saling menghargai dan menghormati.
“Itu cara mereka untuk respect. Seperti acara roasting aja,” kata dia.
*


















Discussion about this post