Suaranusantara.com- Kemarin Sabtu siang 21 September 2024 Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambangi Istana Merdeka Jakarta untuk bertemu Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
SBY tiba di Istana Merdeka pukul 10.54 WIB dengan mengenakan batik lengan panjang dan Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang.
Adapun SBY dan Jokowi bertemu untuk membahas sejumlah hal, salah satunya soal prospek pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka
Jokowi mengatakan bersama SBY sepakat untuk mendukung pemerintahan Prabowo – Gibran.
Jokowi mengklaim bahwa dia dan SBY sepakat untuk menyokong pemerintahan Prabowo – Gibran.
“Kita juga sepakat, pasti saya, untuk memberikan penuh untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan di bawah Prabowo Subianto,” kata Jokowi.
Kendati demikian, dalam pertemuan itu keduanya sama sekali tak membahas soal dinamika politik yang terjadi selama 10 tahun ini.
Jokowi mengatakan bahwa pertemuan dengan SBY selain terkait mendukung pemerintahan Prabowo, juga turut menerima laporan soal penyakit malaria.
Mengingat Jokowi menugaskan SBY sebagai Penasihat Khusus Aliansi Dunia untuk Membasmi Malaria bagi wilayah Asia Pasifik.
“Tugas ini penting dan saya terima karena memang ada kewajiban internasional untuk segera mengenyahkan malaria dari muka bumi,” kata SBY usai pertemuan selama 30 menit.
Kata SBY lagi, Indonesia merupakan negara yang juga punya kepentingan untuk menurunkan angka penyakit malaria.
“Saya sampaikan bahwa Indonesia juga punya kepentingan untuk menurunkan angka penyakit malaria di negeri kita.”
SBY melaporkan hal demikian karena ini merupakan bagian dari etika politik.
“Ini etika politik karena siapa pun yang mendapatkan peran di dunia internasional, apalagi saya mantan presiden, maka wajib untuk menyampaikan kepada presiden yang sedang mengemban tugas,” tutur dia.

















Discussion about this post