Suaranusantara.com- Tia Rahmania, anggota DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan Dapil Banten I, harus menerima kenyataan pahit karena ia tidak jadi dilantik pada 1 Oktober 2024 dan akan digantikan oleh Bonnie Triyana.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama pendukungnya. Selain tidak jadi dilantik sebagai anggota DPR RI terpilih, dikabarkan juga jika politisi perempuan itu dipecat dari partai berlogo banteng, PDIP.
Alasan pemecatan Tia Rahmania ini belum ada kabar resmi dari pihak PDIP. Namun, pemecatan Tia ini membuat Bonnie Triyana langgeng di kursi DPR RI periode 2024-2029 menggantikan Tia. Lalu siapa sosok Bonnie yang akan menggantikan Tia?
Sementara itu, sosok Bonnie Triyana, sejarawan dan politisi asal Banten, kembali menarik perhatian publik.
Bonnie Triyana, lahir di Rangkasbitung, Banten, pada 27 Juni 1979, merupakan sosok yang dikenal tidak hanya sebagai sejarawan, tetapi juga sebagai politisi dari PDI Perjuangan.
Ia memiliki latar belakang pendidikan sejarah dari Universitas Diponegoro dan sempat menempuh pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia. Triyana dikenal sebagai pendiri Majalah Historia, sebuah majalah sejarah populer pertama di Indonesia yang terinspirasi dari majalah sejarah Brasil.
Majalah Historia dimulai sebagai platform daring pada 2010 dan kemudian berkembang menjadi edisi cetak pada 2012.
Sebagai pemimpin redaksi Majalah Historia, Bonnie aktif memberikan pandangannya mengenai sejarah di media. Salah satu pandangannya yang menjadi sorotan adalah penolakannya terhadap upaya pengukuhan Suharto sebagai Pahlawan Nasional pada 2014.
Selain di dunia akademis dan media, Bonnie juga terlibat dalam pelestarian sejarah. Ia turut berperan dalam upaya pemulihan bekas sekolah Sarekat Islam di Semarang pada 2012 dan mendirikan Museum Multatuli di Lebak, Banten, pada 2018.


















Discussion about this post