Suaranusantara.com – Partai Golkar mengusulkan Meutya Hafid duduk di kursi menteri pemerintahan, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Sarmuji
“Yang jelas Bu Meutya dimasukkan dalam daftar usulan, tapi posisinya seperti apa nanti presiden terpilih yang menentukan,” ujar Sarmuji.
Profil
Meutya Viada Hafid adalah sosok wartawati dan politikus yang lahir pada 3 Mei 1978
Meutya memulai kariernya sebagai jurnalis sebelum terjun ke dunia politik.
Latar belakang pendidikam Meutya Hafid, pada saat SD ia menempuh pendidikan di SD Negeri Menteng 02 dari tahun 1984 hingga 1990, dilanjutkan dengan pendidikan di SMP Negeri 1 Jakarta pada 1990-1993.
Setelah itu, Meutya melanjutkan studi di Crescent Girl’s School, Singapura, hingga lulus pada 1997.
Kemudian, Meutya memperoleh gelar Sarjana (S-1) dari Universitas New South Wales, Australia, pada periode 1997-2001.
Selanjutnya, Meutya mengambil gelar Magister (S-2) dari Universitas Indonesia pada 2015-2018.
Meutya Hafid memulai karir politiknya dengan mencalonkan diri sebagai Walikota Binjai untuk periode 2010-2015.
Mereka diusung oleh koalisi besar yang melibatkan Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, dan 16 partai non-fraksi.
Namun, ia kalah dalam pilkada dengan dugaan kesalahan rekapitulasi suara di tingkat PPK yang menyebabkan pengurangan suara mereka.
Setelahnya, tepatnya tahun 2010 Meutya dilantik sebagai Anggota DPR secara antar waktu dari Partai Golkar.
Meutya menggantikan posisi Burhanudin Napitupulu yang telah meninggal dunia.
Kini, Meutya menjabat sebagai wakil rakyat di Senaya. Sudah mencapai 4 periode.


















Discussion about this post