Suaranusantara.com- Keresahan masyarakat terhadap isu lapangan kerja dan PHK kian menggema di media sosial. Periode Juli hingga September 2024 mencatat jutaan percakapan yang mengindikasikan keresahan ini.
Platform X (sebelumnya Twitter) menjadi wadah utama bagi mereka yang berbagi cerita tentang pencarian kerja hingga dampak PHK. Fakta ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang tantangan serius dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mencatat lonjakan percakapan terkait lapangan kerja dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di media sosial sepanjang Juli hingga September 2024. Data menunjukkan ada sekitar 4,2 juta percakapan yang membahas topik tersebut di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.
“Gambaran ini jelas bahwa dari Sosmed ini tergambar, sentimen negatif terkait penciptaan lapangan kerja itu terjadi,” kata Eko, Senin (18/11/2024).
Dalam laporan tersebut, 29% dari total percakapan mencakup pencarian lowongan kerja, sedangkan 25,6% berisi motivasi dari mereka yang terkena PHK untuk tetap semangat.
Selain itu, sebanyak 23,1% percakapan mempertanyakan keberadaan lapangan kerja yang layak. Wakil Direktur Indef, Eko Listiyanto, menjelaskan bahwa data ini menggambarkan sentimen negatif masyarakat terkait penciptaan lapangan kerja.
Eko menegaskan bahwa kesulitan dalam menciptakan lapangan kerja menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan perlambatan ekonomi nasional. Menurutnya, masalah ini semakin relevan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III-2024 yang hanya mencapai 4,9%.


















Discussion about this post