Suaranusantara.com- Besok Rabu 29 Januari 2025 seluruh warga Tionghoa yang berada di berbagai belahan dunia akan merayakan Tahun Baru China 2576 Kongzili atau Imlek 2025.
Imlek 2025 disambut penuh sukacita dan kegembiraan bagi seluruh warga Tionghoa lantaran pada pergantian Tahun Baru China bisa diharapkan membawa keberuntungan dan keberkahan.
Terlebih lagi, apabila sebelum Imlek 2025 datang hingga perayaan pergantian Tahun Baru China 2576 tiba dengan guyuran hujan dipercaya akan dilimpahkan kemakmuran, keberuntungan dan keberkahan.
Lantas apa benar hujan menjadi pembawa keberuntungan saat Imlek tiba?
Menurut kepercayaan Tionghoa, apabila hujan mengguyur terus menerus saat jelang Imlek hingga perayaan tiba, maka dipercaya akan dilimpahkan banyak-banyak rejeki.
Warga Tionghoa meyakini semakin banyak hujan yang turun, maka semakin banyak keberuntungan yang akan datang.
Jika yang datang hanyalah gerimis, itu juga membawa keberuntungan, meski tidak sebanyak hujan deras.
Namun, jika gerimis berlangsung sepanjang hari, diyakini membawa keberuntungan sepanjang tahun.
Selain itu, turunnya hujan pada saat Imlek juga dikaitkan dengan cerita legenda dalam budaya Tionghoa.
Hujan dianggap sebagai berkah dari langit, yang menandakan Dewi Kwan Im sedang menyiram bunga Mei Hwa.
Bunga Mei Hwa dipercaya sebagai bunga yang ditanam oleh Dewi Kwan Im menjelang Imlek.
Namun demikian, hal ini tidak berlaku jika terjadi hujan badai. Hujan badai diartikan sebagai pertanda kurang baik, karena bisa menyebabkan masalah atau kesialan.


















Discussion about this post