Suaranusantara.com – Untuk keempat kalinya musim ini, dua rival sekota, AC Milan dan Inter Milan, kembali bertemu dalam laga panas leg pertama semifinal Coppa Italia pada Kamis, 3 April 2025, pukul 02. 00 WIB.
Derby della Madonnina edisi dua leg ini akan menentukan siapa yang berhak melaju ke final di Roma, menghadapi Bologna atau Empoli.
Sejak kemenangan dramatis 2-1 atas Inter di Serie A pada September, ketika Matteo Gabbia mencetak gol penentu, Milan justru mengalami penurunan performa dan tertinggal jauh di klasemen.
Dengan delapan laga tersisa di Serie A, Rossoneri kini terpaut 20 poin dari puncak klasemen. Sergio Conceição, mantan pemain Inter yang kini melatih Milan, belum mampu membawa perubahan signifikan sejak menggantikan Paulo Fonseca.
Meski mampu membuyarkan impian Inter meraih quadruple dengan kemenangan comeback di final Supercoppa Italiana pada Januari, Milan kemudian tersingkir dari Liga Champions oleh Feyenoord yang dilanda badai cedera. Kini, mereka duduk di peringkat sembilan Serie A, jauh dari zona Liga Champions.
Di tengah ketidakstabilan internal dan eksternal, Milan baru mengumpulkan 47 poin, dan harus bersaing ketat dengan Juventus, Lazio, Bologna, Roma, serta Fiorentina untuk finis di empat besar.
Kekalahan 2-1 dari Napoli pada Minggu lalu semakin memperburuk situasi, di mana Rossoneri tertinggal dua gol dalam 19 menit pertama, sebelum Santiago Gimenez gagal mengeksekusi penalti.
Hasil ini membuat mereka tertinggal sembilan poin dari posisi empat besar, sementara rumor pemecatan Conceição semakin santer terdengar.
Namun, Conceição bisa mengubah keadaan jika mampu membawa Milan meraih trofi Coppa Italia, terlebih dengan menyingkirkan rival bebuyutan mereka dalam prosesnya.
Setelah hampir meraih kemenangan ketiga atas Inter musim ini, di mana gol Tijjani Reijnders sempat membawa Milan unggul hingga waktu tambahan sebelum akhirnya Stefan de Vrij mencetak gol penyeimbang, Rossoneri menyingkirkan Roma di perempat final Coppa Italia. Dalam laga tersebut, Tammy Abraham mencetak dua gol ke gawang mantan klubnya.
Milan, yang terakhir kali juara Coppa 22 tahun lalu, masuk turnamen di babak 16 besar karena kesibukan mereka di kompetisi Eropa. Mereka memulai langkah dengan kemenangan telak 6-1 atas Sassuolo pada Desember lalu.
Dengan Supercoppa Italiana sudah diamankan, Rossoneri kini mengincar tiket final dengan menyingkirkan Inter dalam dua leg di San Siro, sebelum mengakhiri penantian panjang mereka di kompetisi ini.
Inter Milan: Jalur Treble, Misi Kembalikan Dominasi Derby
Inter pernah meraih enam kemenangan beruntun dalam Derby della Madonnina antara Januari 2023 hingga April 2024, tetapi Milan membalas dengan dua kemenangan musim ini. Bahkan, hanya gol telat De Vrij yang mencegah mereka meraih kemenangan ketiga.
Nerazzurri melangkah ke semifinal Coppa Italia setelah menyingkirkan Udinese di babak 16 besar, lalu menang 2-0 atas Lazio di perempat final.
Marko Arnautovic mencetak gol dalam dua pertandingan berturut-turut, menjaga harapan Inter untuk meraih trofi Coppa ke-10 pada Mei, yang bisa melengkapi potensi treble winners mereka musim ini.
Di Serie A, Inter semakin dekat dengan Scudetto setelah mengalahkan Udinese 2-1 dalam laga terakhir. Simone Inzaghi merotasi skuadnya untuk menjaga kebugaran para pemain di tengah jadwal padat.
Inter tidak hanya harus menghadapi Milan dua kali di Coppa, tetapi juga bersiap untuk laga berat melawan Bayern Munich di perempat final Liga Champions, sembari menyelesaikan delapan laga tersisa di Serie A.
Dengan lima kemenangan beruntun di semua kompetisi, Nerazzurri datang ke laga ini dengan penuh percaya diri, namun juga waspada terhadap motivasi tinggi Rossoneri untuk menggagalkan ambisi mereka.
Kondisi Skuad dan Prediksi Susunan Pemain
Di kubu Milan, Sergio Conceição masih mencari kombinasi terbaik di lini depan. Santiago Gimenez dan Tammy Abraham bersaing untuk posisi striker utama, sementara Rafael Leão berpeluang kembali ke starting XI.
Milan memiliki skuad hampir lengkap, dengan Alessandro Florenzi kembali dari cedera panjang. Namun, Ruben Loftus-Cheek baru saja menjalani operasi usus buntu, sementara Emerson Royal masih absen.
Yunus Musah, yang baru selesai menjalani larangan bermain di Serie A, bisa tampil di lini tengah, sedangkan Malick Thiaw masih dalam tahap pemulihan.
Di sisi Inter, Alessandro Bastoni kembali dari skorsing, tetapi Kristjan Asllani absen di leg pertama karena hukuman kartu. Denzel Dumfries, Piotr Zielinski, dan Lautaro Martinez juga masih dalam daftar cedera.
Lautaro Martinez, yang hanya butuh satu gol lagi untuk menjadi pemain ketiga dalam sejarah Inter yang mencetak 10 gol di Derby della Madonnina, kemungkinan besar absen. Simone Inzaghi telah menyatakan bahwa sang kapten tidak akan bermain pada laga ini.
Sebagai gantinya, Marko Arnautovic atau Joaquin Correa akan mendampingi Marcus Thuram di lini serang, sementara Mehdi Taremi masih berjuang dengan cedera pangkal paha.
Prediksi Susunan Pemain
- AC Milan (4-2-3-1):
Maignan; Walker, Pavlovic, Gabbia, Hernandez; Fofana, Musah; Pulisic, Reijnders, Leão; Abraham - Inter Milan (3-5-2):
Sommer; Bisseck, Acerbi, Bastoni; Zalewski, Barella, Calhanoglu, Mkhitaryan, Dimarco; Thuram, Arnautovic
Prediksi dan Skor Akhir
Meski AC Milan tampil lebih baik dalam derby musim ini, perbedaan kualitas kedua tim terlihat jelas di klasemen. Inter tampil lebih konsisten, sementara AC Milan masih berusaha menemukan stabilitas di bawah Sergio Conceição.
Dengan performa yang lebih meyakinkan, Inter diprediksi akan mengamankan kemenangan di leg pertama, meski laga dipastikan berjalan sengit.
Prediksi Skor: AC Milan 1-2 Inter Milan


















Discussion about this post