Suaranusantara.com – Dalam suasana bulan Ramadan yang penuh berkah, santri Pondok Pesantren Al Hidayah di Mojokerto menemukan cara kreatif untuk mengisi waktu senggang mereka menjelang sahur.
Mereka mengadakan pertandingan sepakbola api, sebuah tradisi yang tidak hanya menghibur tetapi juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara mereka.
Pengasuh Ponpes Al Hidayah, Akmaluni Amillah Basyaiban, berbagi bahwa permainan ini telah menjadi bagian dari kegiatan Ramadan selama lima tahun terakhir.
Permainan sepakbola api ini dianggap sebagai kegiatan yang positif karena membantu membangun solidaritas di antara santri dan mencegah mereka dari keluyuran, terutama di akhir pekan.
Sebelum bola api dinyalakan, para santri melakukan doa bersama untuk keselamatan.
Bola yang digunakan adalah kelapa tua yang direndam dalam minyak tanah selama 12 jam, sehingga api dapat menyala lebih lama meskipun bola tersebut ditendang berkali-kali.
Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan keberanian dan keterampilan para santri, tetapi juga menjadi simbol dari semangat dan kehangatan yang mereka bagikan selama bulan suci ini.
Permainan sepakbola api ini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan dan telah menjadi bagian dari tradisi unik yang merayakan kekayaan budaya dan keagamaan di Pondok Pesantren Al Hidayah.


















Discussion about this post