Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Pendidikan

Ini Rahasia Thomas Utomo Mencari Ide untuk Tulisannya

Suara Nusantara by Suara Nusantara
12 March 2018
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
A A
Sebagian koleksi buku karya Thomas Utomo (Foto: Eka)

Sebagian koleksi buku karya Thomas Utomo (Foto: Eka)

3
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Sebagian koleksi buku karya Thomas Utomo (Foto: Eka)

Purbalingga – SuaraNusantara

Sebelum membuat sebuah tulisan, terlebih dulu diperlukan sebuah ide. Tapi ide tak melulu muncul begitu saja, terkadang dia harus dicari, bahkan diburu. Untuk urusan ide ini, setiap penulis punya cara masing-masing.

Bagi seorang Thomas Utomo yang akrab disapa Totok, cara terbaik untuk mendapatkan sebuah ide adalah dengan mendayagunakan panca indra. Totok pun berbagi pengalaman dalam hal mencari ide untuk tulisan.

BACAJUGA

Teddy Minahasa Sang Jenderal dengan Harta yang Melimpah

Foto Lawas Ferdy Sambo Beredar, Pantas Putri Kepincut

Tidak ada waktu khusus bagi Totok untuk berburu ide. Kapan pun itu, kepalanya bisa sewaktu-waktu menyambar apa saja untuk dikembangkan jadi tulisan. Biasanya, dia mencatat ide yang mendadak terbersit itu agar tidak hilang ditelan kegaduhan kegiatan sehari-hari.

“Pernah ketika saya berangkat ke masjid untuk sholat zuhur, saya melihat seorang perempuan bersandar sambil termangu di pintu monyet (pintu yang daunnya dua buah, di atas dan di bawah) yang hanya dibuka bagian atasnya. Seketika, di benak tergambar sebuah runtutan cerita yang kemudian melahirkan cerpen Marni dan Sebuah Kesempatan. Cerpen itu kemudian dimuat di Radar Banyumas edisi Minggu, 25 Juli 2010. Lalu ketika saya mendengar obrolan gayeng (menyenangkan) sejumlah teman tentang mall yang baru buka dan mereka berencana belanja di sana, saya bisa menulis cerpen Mata yang Selalu Lapar yang dimuat di Satelit Post edisi Minggu, 8 Januari 2017,” kata Totok, di kediamannya, di Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Senin (12/3/2018).

Dengan membuka lebar-lebar mata dan telinga, Totok mengaku berhasil menggaet banyak ide untuk bahan tulisan. Misalnya ketika dia merasa begitu geram mendengar kisah sedih penjaja makanan, bahwa suaminya telah memperkosa anaknya sendiri. Dari amarah tersebut, lahirlah cerpen Ayahku Seekor Ular yang dimuat di Satelit Post Minggu, 16 September 2012. Dalam membuat buku, baik fiksi maupun nonfiksi, Totok mengakui bila proses kreativitasnya tidak jauh berbeda.

“Ide cerita selalu berasal dari lingkungan, baik dari hasil pengalaman atau pengamatan. Untuk tokoh, biasanya memiliki kepribadian yang berangkat dari tokoh nyata, baik tokoh tunggal maupun gabungan dari banyak tokoh. Tulisan fiksi saya tidak pernah benar-benar berasal dari imajinasi semata. Untuk nonfiksi, saya selalu menulis hal-hal yang bertalian erat dengan minat saya, misal tentang sejarah, makanan sehat, atau pengalaman mendidik siswa,” tuturnya.

Selalu pula ada pesan yang ingin dia sampaikan kepada pembaca, namun khusus untuk tulisan fiksi atau nonfiksi dengan sasaran orang dewasa, pesan yang disampaikan jarang berupa kesimpulan amanat, tetapi lebih kepada pertanyaan-pertanyaan atau mengajukan gambaran-gambaran terbuka.

“Saya tidak suka tulisan fiksi dan nonfiksi yang mengandung pesan atau nasihat terlalu gamblang. Kesannya menggurui. Untuk cerpen anak, saya mau dan bisa sedikit berkompromi dengan diri sendiri untuk rela hati memasukkan pesan dengan lebih kentara atau secara tersurat. Sebab, pola pikir anak belum kompleks, sehingga membutuhkan kejelasan makna pesan yang terang benderang,” katanya.

Usai acara Bedah Buku ‘Catatan dari Balik Jendela Sekolah’ karya Thomas Utomo

Untuk penulisan cerpen, rata-rata Totok membutuhkan waktu satu hari. Untuk buku bisa jadi lebih lama. Buku yang paling cepat penulisannya adalah Misteri Nenek Pemuntah Darah, ditulis dalam waktu dua pekan. Novel yang paling cepat penggarapannya sampai saat ini Cerita dari Asrama Tentara, ditulis dalam kurun satu bulan. Sementara ada naskah novel yang belum kunjung khatam penulisannya meski sudah tiga tahun dikerjakan.

Totok pun harus pandai membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai guru. Sebelum berangkat, dia sempatkan diri untuk menulis. Sepulang mengajar, dia kembali menulis.

Setelah menikah dengan Meli Purianti dan dikaruniai seorang putra yang kini berusia 2,6 tahun, Totok lebih sering menulis lewat tengah malam, saat anak dan istri sudah tidur, dan suasana benar-benar sunyi. Tapi sebagai manusia, ada kalanya Totok digelayuti rasa malas. Itulah kendala terbesar yang selalu berusaha dia lawan.

“Rasa malas, rasa sok sibuk, manajemen waktu yang tidak rapi, rasa tidak percaya pada kemampuan diri sendiri, itu kendala terbesar saya,” tutur pria yang gemar menggambar dan jalan-jalan di tepi sungai atau sawah ini.

Ketika ditanyakan mana di antara karyanya yang paling dia suka, Totok mengaku menyukai semua karyanya, dengan kesadaran akan kenyataan bahwa saat mengandung ide dan pergulatan untuk melahirkannya itu tidak mudah. Belum lagi proses menentukan media sebagai tempat publikasi.

“Tiap karya saya memiliki nilai kenangan yang tidak sama. Masing-masing punya nilai perjuangan dan kekhasan yang berbeda. Ibarat seorang bapak, semua karya saya adalah anak-anak spiritual yang sama-sama layak disayang dan dirawat baik-baik. Meski begitu, sampai saat ini, selalu ada perasaan kalau tulisan saya belum bagus. Tapi yang cukup menghibur hati, saya dapat menganggap tulisan saya sekarang sudah jauh lebih baik dibandingkan dulu,” ujarnya.

Sebaliknya, penggemar buah karya NH Dini dan Helvy Tiana Rosa ini menegaskan seburuk-buruknya karya yang dia hasilkan, merupakan cerminan kepribadian dan perjuangannya dalam kurun waktu tertentu, sehingga tidak ada alasan bagi dirinya untuk tidak menyukai karyanya sendiri. “Ini bisa menjadi pembanding dengan karya di masa mendatang. Apa bisa lebih baik, sama saja, atau malah mundur?” katanya.

Saat ini, Totok sedang menulis novel bertemakan pasutri dengan tokoh utama seorang suami penyuka sesama jenis, sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata, tapi tentu bukan pengalaman pribadinya. “Sudah tiga tahun saya mengerjakan novel ini. Sebetulnya lima bulan setelah mulai ditulis, novel ini sudah kelar. Namun saya tidak puas hingga menulisnya berulang-ulang dengan mengubah banyak bagian,” katanya.

Di akhir perbincangan, Totok memberi dorongan untuk penulis pemula agar banyak membaca dan intens berlatih. “Selalu mengupayakan diri berada dalam iklim yang bersinggungan dengan dunia tulis-menulis. Misalnya dengan ikut reriungan bersama komunitas menulis atau berteman dengan para penulis, baik lewat dunia nyata atau dunia media sosial,” tandasnya. (eka)

Tags: Sosok
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Pendidikan

Pemerintah Gandeng Imperial College London Bangun 10 Kampus Kedokteran dan Sains di Indonesia

by Fifi
23 June 2026

Suaranusantara.com - Pemerintah akan bekerja sama dengan Imperial College...

PAUD Nurul Almi
Daerah

PAUD Nurul Almi Serang, Terima Bantuan Alat Marching Band dari Annisa Mahesa

by snc12
20 June 2026

Suaranusantara.com - Di Jalan Raya Sepang, Lingkungan Cowe Ki...

Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

17 June 2026
Wamensos Agus Jabo Priyono

Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Lampung Timur, Target Beroperasi Pertengahan Juli 2026 untuk Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu

12 June 2026
Universitas BSI Buka Pendaftaran Kelas Karyawan Gelombang 4, Beri Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Universitas BSI Buka Pendaftaran Kelas Karyawan Gelombang 4, Beri Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

11 June 2026
Pesan dan Kesan MPLS Siswa SD: Ceria, Seru, dan Penuh Semangat

Bahasa Inggris akan Jadi Mata Pelajaran Wajib Siswa SD pada 2027

18 May 2026

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

1 year ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

4 months ago
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani tanggapi soal kebijakan WFH (Instagram @shibtawidjajakamdani)

Begini Kata Pengusaha Soal Opsi WFH Demi Hemat BBM Imbas Perang Timur Tengah

4 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

4 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

4 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan
Nasional

Gubernur Kaltara Berharap LCC Empat Pilar MPR RI Melahirkan Pemimpin Masa Depan

by snc4
26 July 2026

Suaranusantara.com– Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC)...

Saadiah Uluputty: Semangat Pelajar Kepulauan Aru Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI Layak Jadi Teladan

Saadiah Uluputty: Semangat Pelajar Kepulauan Aru Ikuti LCC Empat Pilar MPR RI Layak Jadi Teladan

26 July 2026
SMAN 12 Ambon Siap Wakili Maluku di Tingkat Nasional Usai Raih Juara I LCC Empat Pilar MPR RI

SMAN 12 Ambon Siap Wakili Maluku di Tingkat Nasional Usai Raih Juara I LCC Empat Pilar MPR RI

26 July 2026
Guntur Romli bicara soal Presiden Prabowo yang menyebut hati PDI Perjuangan sama dengan pemerintah (Instagram @gunromli)

Guntur Romli Setuju dengan Prabowo Soal Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah: Membela Bangsa dan Negara Tidak Bergantung Posisi Politik

25 July 2026
Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bicara hati PDI Perjuangan ke pemerintah (Instagram @ganjar_pranowo)

Ganjar Pranowo Tanggapi Soal Prabowo Sebut Hati PDI Perjuangan ke Pemerintah

25 July 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com