
Malang – SuaraNusantara
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengajak seluruh akademisi ikut berperan aktif membantu merealisasikan program pembangunan kelautan dan perikanan.
Saat ini, kata Susi, pemerintah tengah berusaha mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia. Hal itu tentu dibutuhkan sikap dan cara berpikir realistis dari seluruh komponen anak bangsa, utamanya kalangan akademisi.
“Saya minta akademisi menjadi partisipan aktif, agen perubahan, yaitu mengubah bangsa kita menjadi bangsa yang tadinya agriculture menuju maritim,” ungkap Susi dalam orasi ilmiah yang mengangkat tema ‘Prioritas Pembangunan Kelautan dan Perikanan Indonesia’ di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (25/2/2017).
Menurut Susi, kelautan dan perikanan menjadi satu-satunya sumber daya alam yang difokuskan untuk pengusaha dalam negeri. Karenanya, perlu adanya kesadaran diri untuk mengawasi seluruh teritorial wilayah laut dari berbagai aksi illegal fishing atau kegiatan perikanan yang tidak sah.
“Poros maritim itu bukan hanya sekedar kegiatan di dalam negeri. Poros adalah sebuah titik tolak dari putaran kemana mana. Sebagai negara maritim kita harus menjaga laut kita,” jelasnya.
Disebutkan Susi, Indonesia merupakan negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, sekitar 2/3 wilayah teritori negara ini berupa lautan. “Karenanya laut merupakan masa depan bangsa,” tukas Susi.
Penulis: Hasbullah

















