
Jakarta-SuaraNusantara
Menteri Olahraga (Menpora( Imam Nahrawi memastikan tahun ini Liga Santri Nusantara (LSN) akan lebih seru dengan melibatkan 1.024 pondok pesantren seluruh Indonesia yang tersebar dalam 32 region dari seluruh Indonesia.
LSN merupakan kompetisi yang diadakan Kemenpora dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, sebagai panitia pelaksana. Dengan mengambil tema “Dari Pesantren untuk NKRI”, LSN bakal menggelar setidaknya 990 pertandingan dengan para pemain U-18.
Kick-off sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 9 Agustus 2017 di Pinrang Sulawesi Selatan dan akan dihadiri oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Sedangkan seri nasional dan final akan digelar di Bandung, Jawa Barat pada bulan Oktober 2017 yang kemungkinan juga akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
“Kami melihat LSN sebagai program yang berpotensi besar untuk mencetak bibit unggul pesepakbola profesional Indonesia. Di gelaran 2015 dan 2016 misalnya, LSN menghasilkan 3 pemain yang sempat dipanggil oleh pelatih Indra Sjafri untuk mengikuti seleksi Timnas U-19,” ucap Menpora dalam konfrensi pers di di Gedung PBNU, Jakarta, beberapa saat lalu.
Kata Menpora, LSN merupakan sarana untuk mengali potensi-potensi muda pesepakbola tanah air dan ini merupakan satu kewajiban bagi pemerintah termasuk bagi PSSI untuk menjadikan kompetisi usia dini.
“LSN menjadi bagian penting bagi Kemenpora, agar potensi santri betul-betul bisa bangkit dan bisa terlihat secara penuh dalam tanggung jawab mengibarkan bendera merah putih lewat sepakbola. Ke depan kami sedang menyiapkan rencana pondok pesantren olahraga. Semoga dalam waktu dekat bisa terealisasi,” tutur Menpora.
Sementara inisiator LSN Muhaimin Iskandar mengatakan, pesantren dan sepakbola menjadi dua simbol pemersatu semenjak keduanya tumbuh menjadi bagian dari perjalanan bangsa Indonesia. Ada potensi yang besar pada santri dalam olahraga sepakbola ini. Akan tetapi belum ada pembinaan secara terukur dan terarah di kalangan santri.
“Oleh sebab itu, ajang kompetisi sepakbola LSN dibentuk untuk menjadi wadah yang tepat dalam memfasilitasi lahir dan tumbuh kembangnya bibit pesepakbola profesional yang dapat mengusung nama baik Indonesia di ajang sepakbola nasional dan internasional,” kata Muhaimin.
LSN menerapkan peraturan dan mekanisme pengawasan sesuai dengan persyaratan yang berlaku secara nasional dan internasional. Untuk menjaga profesionalitas pertandingan, LSN bekerjasama dengan Asosiasi Wasit Perangkat Pertandingan Profesional Indonesia (AWAPPI).
Penulis: Yon K

















