Tangsel, Suaranusantara.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marinus Gea mengatakan, ketidakpahaman terhadap sistem demokrasi dapat menjadi celah yang kerap dieksploitasi oleh para kepala daerah dan pemimpin bermental ‘Korup’.
“Sehingga apa yang muncul, bukan pemimpin tapi calon penguasa,” tuturnya dalam dialog ‘Mencari Pemimpin Banten’ yang diselenggarakan Sultan TV di Lubana Sengkol, Kota Tangerang Selatan.
Menurutnya, demokrasi dan politik merupakan tunggangan untuk mencari kekuasaan. Namun, kekuasaan seharusnya diraih untuk kesejahteraan masyarakat.
“Karena inikan untuk mencari kekuasaan, dalam definisi politik itu sarana untuk mencari kekuasaan. Tapi itu hanya disitu harusnya disambung untuk kemakmuran rakyat,” katanya.
“Dalam sistem demokrasi itu menunjukan idealisme, namun tidak bisa kita temukan, tapi bagaimana seorang yang mau jadi pemimpin di Banten ini, dia harus mampu mengelola, mengelola perasaan orang, mengelola komunitas, mengelola partai politik dan juga mengelola dirinya sendiri,” ungkap politisi PDI Perjuangan Dapil Banten III itu.
Dialog yang membahas perihal calon pemimpin dan potensi Provinsi Banten itu juga turut hadir anggota DPRD Banten Muhammad Faizal, politisi Intan Nur Hikmah, pengusaha sekaligus profesional U. Saefudin Noor dan influencer Lord Rangga Sasana.
Dialog tersebut pun turut dimoderatori oleh tokoh masyarakat Tangerang Selatan Moh. Saleh Asnawi dan budayawan Uten Sutendy.(Rnd)


















Discussion about this post