SuaraNusantara.com – Setelah penembakan Brigadir J, Ferdy Sambo mengakui tidak menembak saat menghadap pimpinannya, Senin (17/10/22)
Didepan Hendra Kurniawan, Benny Ali dan Agus Nur Patria mengakui bahwa dirinya tidak menembak Brigadir J saat menghadap pimpinan
“’Saya sudah menghadap pimpinan dan menjelaskan, pertanyaan pimpinan cuma satu yakni ‘kamu nembak nggak Mbo?’’ ucap Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).
Kata Ferdy Sambo saat menghadap pimpinan, ia menyebut bahwa jika dirinya menembak Brigadir J maka kepala korban bisa pecah karena senjata miliknya.
Tidak hanya itu, Ferdy Sambo juga mengatakan bahwa jika ia terlibat membunuh Brigadir J maka dia seharusnya membunuh korban diluar bukan di rumah dinasnya, Duren Tiga.
“Dan terdakwa Ferdy Sambo menjawab ‘siap tidak Jenderal, kalau saya nembak kenapa harus di dalam rumah, pasti saya selesaikan di luar, kalau saya yang nembak bisa pecah itu kepalanya (jebol) karena senjata pegangan saya kaliber 45,” jelasnya.
Ferdy Sambo Serahkan Uang ke Anak Buah, Totalnya 2 Miliar
Jaksa Penuntut Umum (JPU) ungkapkan bahwa Ferdy Sambo menyerahkan sejumlah uang ke tersanga Kuwat Maruf, Bharada E dan Ricky Rizal, Senin (17/10/22)
Mata uang asing atau dolar yang diberikan Ferdy Sambo itu sejumlah 2 miliar rupiah. Dari total uang tersebut, Kuwat Maruf dan Bripka Ricky Rizal masing-masing mendapatkan 500 juta, ujar JPU pada saat pembacaan dakwaan.
Sedangkan Bharada E mendapatkan lebih banyak dari Brikpa Ricky Rizal dan Kuwat, ia diberikan Ferdy Sambo senilai 1 miliar.
Pembagian uang ke tiga orang tersebut diberikan oleh Ferdy 2 hari setelah pemubunuha brigadir J atau 10 juli 2022.
Setelah diberikan ke anak buahnya itu, Ferdy Sambo kembali mengambil uang tersebut. Mantan Kadiv Propam itu berjanji akan mengembalikan setelah semua kondisi aman.
“Amplop yang berisikan uang tersebut diambil kembali oleh terdakwa Ferdy Sambo dengan janji akan diserahkan pada bulan Agustus 2022 apabila kondisi sudah aman,” ucap jaksa.
Ferdy Sambo menyerahkan uang tersebut di ruang kerja rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Tidak hanya uang sejumlah 2 miliar, Ferdy Sambo juga menyerahkan ke tiga anak buahnya itu iPhone 13 Pro Max sebagai hadiah untuk menggantikan ponsel lama mereka yang telah dirusak atau dihilangkan.(ifn)


















Discussion about this post