SuaraNusantara.com – Buat geger pembunuhan berantai dukun pengganda uang Selamet Tohari di Banjarnegara.
12 nyawa melayang menjadi korban kesadisan dukun pengganda uang tersebut.
Ke 12 korban tersebut di kubur diperkebunan miliknya hingga beberapa jenazah sulit di identifikasi.
Bagaimana peristiwa itu terungkap, berikut informasi selengkapnya.
Peristiwa sadis yang menimpa ke 12 korban tersebut terungkap saat PO (53), pria asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut ditemukan tewas pada Sabtu, 1 April 2023 di Desa Balun, Kecamatan Banjarnegara.
Korban bernama PO ditemukan terkubur di pinggiran hutan, penemuan tersebut bermula saat PO dan anaknya GE bertemu Slamet Tohari dukun pengganda uang pada Juli 2022.
Kemudian 20 Maret 2023, PO mendatangani kembali Slamet Tohari namun tidak bersama dengan anaknya.
Hingga 23 Maret 2023, PO mengirim sebuah pesan kepada GE jika dirinya sedang berada di rumah Slamet di desa Alun, Banjarnegara. Dirinya berpesan jika PO sudah tidak bisa dihubungi untuk segera mencarinya bersama Aparat.
27 Maret 2023 GE melapor ke Polres Banjarnegara. Dari hasil pengembangan Polisi menangkap Selamet Tohari, dalam pengakuannya PO sudah meninggal dan dikubur dilahan perkebunan miliknya.
Sosok Selamet Tohari merupakan dukun pengganda uang di Desa Balun, kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Melalui media sosial Facebook, Mbah Slamet mempromosikan dirinya sebagai dukun pengganda uang.
Dengan dibantu rekannya BS yang bertugas mempromosikan pelaku yang disebut-sebut bisa menggandakan uang.
“Jadi pelaku ini memiliki tangan kanan yakni BS yang bertugas mengunggah di Facebook. Dalam unggahannya ini BS menyebut jika pelaku ini orang pintar yang bisa menggandakan uang,” kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Setelah membuat postingan, BS membuat jadwal untuk mempertemukan korban dengan Mbah Slamet.
Namun, uang tak kunjung berlipat yang dijanjikan dukun tersebut, korban kembali mendatangi pelaku.
“Korban ini menginginkan penggandaan uang. Jadi pelaku mengaku bisa menggandakan uang,” ungkap Hendri.
“Korban sudah memberikan mahar berkali-kali. Kemudian korban berusaha menagih karena yang katanya bisa menggandakan uang tapi tidak diberikan,” imbuhnya.
Slamet Tohari alis mbah Slamet ternyata pernah ditangkap karena transaksi uang palsu (upal) di Pekalongan Januari 2019 lalu.
Dirinya tertangkap hendak melakukan transaksi di sebuah minimarket di wiradesa, Pekalongan.
Berdasarkan hasil penulusuran polisi menemukan 10 jenazah dalam makam massal di kebun milik pelaku di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.
Dari kesepuluh jenazah, hanya satu yang berhasil teridentifikasi, yaitu PO (53), pria asal Sukabumi, Jawa Barat.
Sembilan korban lainnya tidak dapat terindentifikasi karna sudah menjadi kerangka, Slamet mengaku bahwa dirinya lupa nama-nama korban.
Namun dirinya hafal nama-nama asal kota para korban, diantaranya, Palembang, Tasikmalaya, Jogja dan Jakarta.
“Dari tersangka belum bisa mengingat nama-nama korban. Tetapi kalau asalnya mana saja masih ingat. Yakni ada yang dari Tasikmalaya, Palembang, Jogja, dan Jakarta. Untuk Tasikmalaya ada 2 korban,” ungkap Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto, Selasa, 4 April 2023.
Slamet Tohari tega membunuh para korbannya dengan cara meracuni mereka dengan racun jenis potasium dan dicampur obat penenang saat melakukan ritual bersama korban.
“Setelah ritual sekitar setengah 8 malam saya suruh minum yang dicampur dengan potasium dan obat penenang,” ungkapnya.
Usai minum ramuan beracun yang dibuat pelaku, para korban muntah-muntah dan tidak bisa berteriak minta tolong tidak sampai 5 menit korban meninggal dunia.
“Setelah diminum, orangnya tidak sempat bilang seperti itu (teriak meminta tolong). Tidak bisa bilang apa-apa, muntah sedikit. 5 menit kemudian tidak terasa apa-apa. Nggak sampai bilang apa-apa. Potas itu ajaib sekali,” ucapnya.
Pelaku juga mengaku baru mengubur korbannya saat nadinya sudah tidak lagi berdetak.
“Pada saat meninggal dunia nadinya sudah betul-betul mati baru dikubur,” tambahnya.
Ke 9 korban meninggal dunia tersebut akhirnya dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Balun.
“Kenapa dimakamkan di sini, karena kejadiannya di sini. Dan 9 jenazah ini semuanya tidak ada yang teridentifikasi,” kata Kanit 3 Sat Reskrim Polres Banjarnegara Iptu Iman Sanyoto, Selasa, 4 April 2023. (Alief)


















Discussion about this post