Suaranusantara.com – Kasus kecelakaan yang terjadi di simpang empat Gladak, Kota Solo, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut melibatkan tabrak lari antara sebuah mobil dan sepeda motor.
Faktanya, pengemudi mobil adalah putra mahkota Keraton Kasunanan Solo, yaitu KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram. Meskipun demikian, pihak keraton membantah adanya tabrak lari, dan kasus ini akhirnya berakhir damai.
Sebuah video berdurasi 20 detik yang menjadi viral memperlihatkan mobil SUV warna putih berbelok dari Jalan Slamet Riyadi ke Jalan Pakoe Boewono, sedangkan di arah yang berlawanan, sebuah sepeda motor melaju di Jalan Pakoe Boewono.
Akibat dari tabrakan antara mobil dan motor ini, terlihat mobil tersebut melanjutkan perjalanannya tanpa memberikan pertolongan kepada korban. Warga sekitar kemudian berusaha membantu korban.
KGPAA Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram dari Keraton Solo mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak melarikan diri dari lokasi tabrakan dan mengatakan bahwa tabrak lari tidak terjadi. Namun, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lanjutan terkait kejadian ini.
“Dalam hal ini tidak bener Gusti (Hamengkunegoro) itu dikatakan tabrak lari, main kabur, enggak,” ucapnya
Meski demikian, kasus ini telah menemui titik damai setelah pihak keraton dan keluarga korban sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap memproses kasus ini sesuai dengan aturan hukum.
Korban dari insiden ini adalah seorang pemotor berinisial HW (20), warga Sragen. Korban mengalami luka ringan dan menjalani perawatan jalan setelah diperiksa di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dr. Oen Kandang Sapi.
“Keraton bertanggung jawab sepenuhnya,” kata pengacara Hamengkunegoro, KPAA Ferry Firman Nurwahyu Pradataningrat.
“Laporan sebenarnya tidak, tapi pada akhirnya iya karena untuk Jasa Raharja. Takutnya sebelum pemeriksaan ada sakit yang parah. Dan semua terselesaikan dengan baik,” lanjutnya.(Dn)


















Discussion about this post