
Jakarta-SuaraNusantara
Organisasi masyarakat (ormas) Merdeka Seratus Persen (DERAP) yang dimotori mantan Aktivis ’98, dideklarasikan di Kopi Politik, Jalan Pakubowono VI No. 26AF, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/03/2018).
“Ormas DERAP mengukuhkan dirinya berjuang untuk mewujudkan cita-cita luhur tersebut yang digagas dari para kalangan Aktivis ’98,” ujar Panitia deklarasi DERAP Wisnu Simba.
Wisnu mengatakan, deklarasi tersebut untuk pengukuhan DERAP sebagai sebuah organisasi kekuatan rakyat yang berjuang secara terorganisir, terstruktur, masif dan progresif.
Sesuai namanya, Merdeka 100 Persen, diharapkan ormas ini mampu mendororong pemerintah agar konsisten mewujudkan Indonesia bebas dari ketergantungan barang Impor.
“Tugas utama pemerintah itu membangun kemandirian untuk kesejahteraan bangsanya. Salah satu arah kebijakan pemerintah yang harus kita kecam adalah kebijakan bermindset impor sebagai cara memenuhi kebutuhan sandang pangan Indonesia,” ujar juru bicara DERAP, Amos.
Dia mencontohkan komoditas pangan yang paling banyak diimpor, seperti gula, tebu dan jagung dengan volume impor di atas 1 miliar kg. Bahkan garam maupun beras saja diimpor dengan kapasitas cukup tinggi.
Sementara Ketua Umum DERAP, Azril, mengatakan elemen 98 tetap kritis pada pemerintahan Jokowi. “Kami (Aktivis ’98) mendukung Jokowi Capres 2019. Tetapi bukan berarti menghilangkan kekritisan kami. Kebijakan-kebijakan dilakukan oleh pembantu presiden yang tidak pro rakyat dan tidak membangun kemandirian bangsa tetap akan kita lawan,” tegas Aznil. (Eka)

















