SuaraNusantara.com – Pemilihan presiden (pilpres) RI yang akan berlangsung pada 14 Februari mendatang terus menjadi sorotan media asing. Salah satu media yang memberikan perhatian khusus adalah South China Morning Post (SCMP), yang baru-baru ini merilis artikel berjudul *Indonesia election 2024: will Anies and Ganjar join hands to deny Prabowo an outright victory?*.
Dalam artikel tersebut, SCMP mengeksplorasi kemungkinan kerjasama antara calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, untuk menghadapi capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, dalam perebutan kursi presiden.
Media asing ini menggambarkan bagaimana Anies dan Ganjar saling mendukung dalam menyerang Prabowo saat debat televisi pada 4 Januari lalu. Anies mengkritik kekayaan Prabowo, sementara Ganjar fokus pada penanganan anggaran oleh figur yang juga Menteri Pertahanan tersebut.
Baca Juga:Â Maruarar Sirait Mundur dari PDI Perjuangan
Ian Wilson, seorang peneliti senior di Pusat Penelitian Indo-Pasifik di Universitas Murdoch, menjelaskan bahwa situasi ini membuka peluang bagi Anies dan Ganjar untuk berkoalisi melawan Prabowo. Wilson menyatakan bahwa Prabowo dianggap sebagai kandidat yang mungkin akan dikalahkan oleh kedua rivalnya berdasarkan hasil jajak pendapat.
“Saya rasa Prabowo tidak akan bisa langsung menang pada putaran pertama, jadi kita bisa berekspektasi untuk melihat putaran kedua,” ungkap Wilson. “Masih banyak masyarakat yang belum mengambil keputusan, sehingga, seperti yang telah kita lihat pada pemilu sebelumnya, banyak hal yang akan bergantung pada bagaimana keadaan akan berlangsung pada hari pemilu.”
Dengan pertarungan elektoral yang semakin intens, peluang terbentuknya koalisi Anies-Ganjar menjadi sorotan dalam perbincangan politik jelang pemilihan presiden. (Alief)

















Discussion about this post