Suaranusantara.com- Nama Wakil Ketua Majelis Syuro, Sohibul Iman tengah menjadi sorotan lantaran pada Selasa 25 Juni 2024, dia ditetapkan sebagai cawagub mendampingi Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Sohibul Iman diumumkan sebagai cawagub dampingi Anies di Pilgub Jakarta 2024 oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Penetapan Sohibul Iman sebagai cawagub disampaikan langsung oleh Presiden PKS, Ahmad Syaikhu.
“DPTP PKS melakukan rapat pada Kamis lalu dan telah memutuskan Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon gubernur dan Sohibul Iman sebagai calon wakil gubernur,” kata Syaikhu dalam pidato yang dipantau lewat kanal YouTube PKS pada hari ini Selasa 25 Juni 2024.
Lantas siapakah Sohibul Iman yang dipercaya PKS untuk mendampingi Anies di Pilgub Jakarta 2024?
Dilansir dari laman PKS, Mohamad Sohibul Iman lahir pada 5 Oktober 1965 di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dia memiliki istri bernama Uswindraningsih Titus lulusan Niigata University, Jepang. Mereka memiliki tiga putra dan dua putri.
Semasa muda, Sohibul Iman sempat menempuh kuliah di Institut Pertanian Bogot (IPB) selama dua tahun sambil mengambil kursus dasar bahasa Jepang di Jakarta.
Namun, dia menerima beasiswa dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal) dan pindah ke Waseda University, Jepang.
Sohibul lulus dari jurusan teknik Universitas Waseda pada 1992. Dia kemudian melanjutkan studi S2 di Takushoku University hingga lulus 1994.
Lalu, dia mendapat gelar Ph.D. setelah lulus dari Graduate School of Knowledge Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) pada 2004.
Menariknya, semua pendidikan di Jepang dijalani dengan menggunakan beasiswa.
Saat berada di Jepang untuk studi S2, Sohibul sempat berkarier sebagai penyiar di Radio Jepang NHK selama dua tahun.
Setelah kembali ke Indonesia, dia bergabung menjadi peneliti di Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal).
Pada reformasi 1998, Sohibul bergabung dengan Partai Keadilan (PK) sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH DPP PK.
Namun pegawai negeri sipil (PNS) sepertinya tidak boleh menjadi pengurus partai. Sohibul pun memilih keluar.
Sohibul berpengalaman dalam beragam profesi dengan spesialisasi bidang kebijakan teknologi dan industri, serta manajemen inovasi dan pengetahuan.
Dia pernah menjadi PNS di Bakosurtanal dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selain itu, menjadi konsultan bidang teknologi dan hak paten.
Di dunia akademik, Sohibul berpengalaman sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi dan pernah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina, Jakarta pada 2005-2007
Setelah itu, Sohibul bergabung dengan PKS partai yang terbentuk dari Partai Keadilan. Dia menjadi Ketua DPP PKS bidang ekonomi, keuangan, industri, dan teknologi (ekuintek) pada 2005-2010.
Dia lalu terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan DKI 2 pada Pemilu legislatif 2009. Di DPR, Sohibul dipercaya sebagai Wakil Ketua Komisi XI, Wakil Ketua Fraksi PKS bidang ekuintek, dan anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.
Sohibul hingga kini sudah berkiprah di tiga komisi DPR yaitu Komisi XI, VII, dan VI.
Di MPR, dia juga diamanahi sebagai anggota Tim Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan Tim Kajian Sistem Ketatanegaraan.
*


















Discussion about this post