
Jakarta – SuaraNusantara
Ketua Departemen Pemuda DPP PPP Aji Tanjung mengingatkan ketua umum (Ketum) PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz agar tidak main pecat pengurus partai sembarangan jika tak ingin ditertawakan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Djan diketahui pernah memecat Abraham Lunggana atau H. Lulung sebagai ketua DPW PPP DKI Jakara. Tak cukup sampai di situ, pria kelahiran Jakarta, 5 Agustus 1950 itu juga telah resmi memecat Ketum PPP hasil Muktamar Pondok Gede Romahurmuziy (Romi).
Aji menilai, langkah pemecatan itu tak lebih dari sekedar lucu-lucuan semata. Mengingat kepengurusan partai berlambang Ka’bah dibawah kepemimpinan Romi itulah yang sah dan memiliki legalitas secara hukum.
“Kader PPP sangat tahu dan bisa membedakan mana yang pengurus PPP asli dan memiliki legalitas dengan pengurus PPP palsu alias ilegal,” jelas Aji kepada SuaraNusantara, Jakarta, Jumat (24/3/2017).
“Bagi kami, mau seribu kali dipecat tidak berefek,” imbuh dia.
Langkah Djan yang memmecat Romi hanya menjadi bahan tertawaan kader PPP di akar rumput. “kita hanya tertawa dan menganggap ini lucu,” ujar Aji.
Dia mengibaratkan pemecatan Djan terhadap Ketum DPP PPP hasil Muktamar Pondok Gede itu seperti orang yang punya rumah dan bersertifikat tetapi mau diusir oleh orang yang ngontrak atau indekost.
“Anggap saja seperti pepatah anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,” tuturnya.
Karena itu Aji berharap agar kader PPP di seluruh Indonesia tetap solid dibawah koordinasi pengurus hasil muktamar Pondok Gede, 8-10 April 2016 lalu.
“Jika ada yang ngaku-ngaku PPP itu abal-abal. Ini adalah PPP yang amar ma’ruf nahi munkar bukan nahi mankur,” tegas Aji.
Sekedar diketahui, pemecatan terhadap Romahurmuziy ini dianggap telah sah dan resmi, setelah PPP kubu Djan Faridz melakukan rapat bersama pada Kamis (23/3/2017) pagi.
Pascapemecatan yang diberlakukan, PPP muktamar Jakarta melarang Romahurmuziy untuk menggunakan atribut atau embel-embel partai berlambang Ka’bah
Penulis : Hasbullah

















