Suaranusantara.com – Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, menerima kunjungan Forum Bersama Ibu Kota Nusantara (Forsa IKN) di kediamannya di Solo pada tanggal 28 Oktober 2024, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat komitmen Forsa IKN untuk mendukung serta mengawal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru bagi Indonesia.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum Forsa IKN, Ariasa Hadibroto Supit, mengungkapkan bahwa kehadiran Forsa IKN menemui Presiden Jokowi tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang memulai proyek besar ini, tetapi juga sebagai langkah untuk memastikan Forsa IKN menjadi mitra strategis pemerintah dalam proses pembangunan IKN.
“Kami Forsa IKN menghadap Pak Jokowi karena beliau adalah tokoh yang mengawali pembangunan IKN dan kami pastikan Forsa IKN akan jadi mitra strategis pemerintah untuk IKN,” ujar Ariasa pada Rabu 30 Oktober 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mencapai visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di IKN.
Ia berharap agar segala inisiatif yang terkait dengan pembangunan IKN dapat datang dari rakyat itu sendiri, sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi bangsa dan negara.
Selain itu, Jokowi juga mendorong Forsa IKN untuk berfokus pada pengembangan investasi usaha kecil dan menengah serta mempersiapkan konsep hunian yang nyaman untuk generasi muda di IKN.
Inisiatif ini dinilai sangat penting agar IKN mampu menjadi tempat yang layak dan menarik bagi generasi penerus bangsa.
Ariasa menjelaskan bahwa Forsa IKN berencana membentuk sebuah Investor Club yang ditujukan bagi calon investor di IKN.
Forum ini nantinya akan mengakomodasi berbagai aspirasi publik, termasuk dari diaspora Indonesia yang telah lama tinggal di luar negeri.
Forsa IKN, yang resmi berdiri sejak 19 Juli 2024, memiliki tujuan utama untuk menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam proyek IKN.
Selain itu, forum ini juga ingin melibatkan berbagai lapisan masyarakat dalam pembangunan IKN yang berasaskan konsep Indonesia Sentris, dengan perwakilan dari 38 provinsi yang diorganisir dalam 36 bidang.
“Di Forsa IKN ini kami mengupayakan keterlibatan keterwakilan anggota dari 38 provinsi dalam setiap bidang yang jumlahnya 36. Upaya ini adalah menarik benang merah terhadap konsep Indonesia Sentris,” jelas Ariasa.
Ia menambahkan bahwa tugas Forsa IKN bukan hanya untuk menjaga dan melanjutkan warisan pembangunan yang telah dimulai oleh Jokowi, tetapi juga sebagai simbol pusat peradaban baru Indonesia.
Forum ini ingin memastikan bahwa pembangunan IKN akan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi generasi Z dan Alfa di masa depan
“Mengawal kerja-kerja IKN secara substantif bukan hanya mengenai mengawal peninggalan Jokowi saja, tapi kami mengawal simbol pusat peradaban Indonesia ke depan. Generasi Z dan Alfa ke depan yang akan menikmatinya. Ini kerja-kerja kebangsaan,” pungkas Ariasa
Pertemuan ini menunjukkan keseriusan Forsa IKN dalam mengawal dan mendorong pembangunan IKN menjadi kota yang tidak hanya modern, tetapi juga ramah dan inklusif bagi seluruh masyarakat


















Discussion about this post