Suaranusantara.com- Menjelang akhir 2025, rumor kehadiran Vivo S50 series kembali berubah arah. Di tengah banyaknya spekulasi dari berbagai tipster, informasi terbaru justru membawa kabar berbeda mengenai jadwal rilis perangkat ini.
Antusiasme publik pun semakin meningkat karena Vivo tampaknya sedang menyiapkan strategi baru untuk menyerang pasar Tiongkok.
Menurut bocoran yang sama, kampanye teaser untuk seri S50 akan mulai digulirkan pada akhir November, menandakan bahwa fase promosi besar-besaran segera dimulai. Hal ini juga memperbaiki laporan awal yang menyebutkan bahwa perangkat tersebut akan diumumkan lebih cepat dari rencana sebenarnya.
Digital Chat Station turut menjelaskan bahwa seri S50 akan hadir dalam dua varian: model standar Vivo S50 dan edisi berukuran lebih kecil yang diberi nama Vivo S50 Pro Mini. Hadirnya dua opsi ini diperkirakan menjadi langkah Vivo dalam menyasar konsumen yang menginginkan pilihan ukuran perangkat berbeda namun tetap mengedepankan spesifikasi yang kuat.
Untuk bagian teknis, model standar Vivo S50 dikabarkan dibekali layar OLED 6,59 inci beresolusi 1.5K dengan refresh rate 120Hz. Smartphone ini disebut-sebut akan menggunakan chipset Snapdragon 7 Gen 4 sebagai otak utama, serta mendukung pengisian cepat 90W, meski kapasitas baterainya belum diungkapkan. Sistem kameranya diprediksi menjadi salah satu daya tarik utama karena kabarnya menyertakan lensa telefoto periskop—fitur yang biasanya hadir di perangkat flagship.
Sementara itu, Vivo S50 Pro Mini muncul sebagai alternatif compact dengan kemampuan lebih tinggi. Model ini diperkirakan memiliki layar OLED 6,31 inci dengan resolusi setara dan refresh rate serupa. Yang membedakan adalah penggunaan chipset Snapdragon 8 Gen 5 yang menawarkan performa lebih kencang. Perangkat ini dilaporkan membawa baterai lebih besar dari seri X300 yang memiliki kapasitas 6.040 mAh, serta mendukung fast charging 90W dan kamera periskop berkelas premium.
Kedua perangkat tersebut diprediksi menjalankan Android 16 dengan tampilan antarmuka OriginOS 6. Kombinasi perangkat lunak terbaru dan optimasi khas Vivo diperkirakan akan meningkatkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan.
Dalam laporan terpisah, disebutkan bahwa Vivo kemungkinan akan melakukan rebranding seri S50 untuk pasar global. Ada prediksi bahwa model-model ini akan muncul sebagai Vivo V70 atau Vivo X300 di beberapa negara. Strategi tersebut pernah dilakukan oleh Vivo sebelumnya untuk menyesuaikan portofolio produk mereka di luar China.
Mundurnya peluncuran dari November ke Desember diyakini sebagai bagian dari penyesuaian strategi Vivo menghadapi persaingan ketat di akhir tahun. Periode tersebut biasanya menjadi momen penting bagi produsen smartphone untuk memperkuat performa penjualan sebelum memasuki tahun berikutnya.
Meski mengalami perubahan jadwal, ketertarikan publik terhadap Vivo S50 series tetap tinggi. Bocoran mengenai layar beresolusi tinggi, chipset baru, dan fitur kamera unggulan membuat seri ini diprediksi menjadi penantang kuat di kategori menengah atas baik di pasar China maupun global. Keberhasilan perangkat ini nantinya akan sangat dipengaruhi oleh penentuan harga serta strategi pemasaran yang tepat.


















Discussion about this post