Suaranusantara.com- Pasar smartphone murah kembali diramaikan Nubia A36 yang menyasar segmen pengguna dengan anggaran terbatas. Dengan banderol sekitar Rp800 ribuan, ponsel ini menawarkan kombinasi desain mewah dan spesifikasi yang cukup kompetitif untuk pemakaian sehari-hari.
Secara tampilan, Nubia A36 mengusung bodi polikarbonat dengan efek visual menyerupai kaca dan modul kamera yang memantulkan cahaya seperti pelangi.
Frame berbentuk kotak membuat tampilannya sekilas mengingatkan pada desain iPhone terbaru, meski material yang digunakan masih berbahan plastik.
Layar berukuran 6,75 inci menjadi salah satu daya tarik utama. Panel HD Plus tersebut telah mendukung refresh rate 90Hz, sehingga animasi dan navigasi terasa lebih halus dibandingkan layar 60Hz standar di kelas harga serupa.
Dari sisi performa, Nubia A36 ditenagai chipset Unisoc T7200 yang dipadukan dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB. Kombinasi ini dinilai cukup mumpuni untuk aplikasi ringan seperti WhatsApp, YouTube, hingga media sosial. Untuk hiburan, game ringan seperti Mobile Legends dan Free Fire masih dapat dimainkan dengan lancar, meski tidak direkomendasikan untuk game berat.
Kapasitas baterai 5.000 mAh memungkinkan penggunaan cukup panjang untuk aktivitas harian. Namun, pengisian daya yang hanya mendukung 10 watt membuat waktu pengisian tergolong lama. Nubia tetap melengkapi paket penjualan dengan charger, kabel, softcase transparan, serta garansi resmi Indonesia.
Di sektor kamera, Nubia A36 dibekali kamera utama 13MP dan kamera depan 5MP. Kualitas foto dinilai standar sesuai kelasnya, cukup untuk dokumentasi dan kebutuhan media sosial. Fitur pendukung seperti NFC dan gyroscope memang absen, namun masih tersedia sensor dasar seperti kompas dan auto brightness.
Dengan Android 15 sebagai sistem operasi bawaan, Nubia A36 cocok dijadikan ponsel cadangan, perangkat komunikasi untuk orang tua, atau smartphone pertama bagi anak. Dengan harga terjangkau dan desain yang terlihat premium, ponsel ini dinilai cukup layak untuk segmen entry-level awal 2026.


















Discussion about this post