Suaranusantara.com- Oppo telah secara resmi mengumumkan peluncuran ponsel terbarunya dari keluarga F-Series, yaitu Oppo F27 Pro Plus, di pasar India.
Berbeda dengan Oppo A60 di Indonesia, Oppo F27 Pro Plus merupakan ponsel yang tahan banting karena telah memiliki sertifikasi uji ketahanan militer MIL-STD-810H.
Hal ini berarti ponsel ini telah lolos uji pemakaian dalam kondisi ekstrem seperti guncangan keras, jatuh dari ketinggian, perubahan suhu dan tekanan udara yang ekstrim, serta radiasi sinar matahari.
Selain ketahanan terhadap guncangan dan kondisi ekstrem, HP ini juga telah dilengkapi dengan sertifikasi tingkat ketahanan terhadap air dan debu dengan rating IP69. Ini menandakan bahwa ponsel ini mampu bertahan dari debu, suhu tinggi, dan air dengan tekanan tinggi atau semburan kencang.
Dari segi desain, Oppo F27 Pro Plus memiliki layar AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD Plus dan refresh rate 120 Hz. Layarnya dilindungi oleh kaca pelapis Gorilla Glass Victus 2 untuk meningkatkan ketahanan terhadap goresan dan benturan. Desain layar ini juga mengadopsi tipe melengkung (curved) di kedua sisi.
Untuk sektor kamera, ponsel ini dilengkapi dengan kamera belakang utama 64 MP dan kamera depth sensor 2 MP. Sedangkan di bagian depan, terdapat kamera selfie 8 MP yang terletak di modul punch hole.
Ponsel ini didukung oleh chipset Mediatek Dimensity 7050, RAM 8 GB, dan dua pilihan media penyimpanan yaitu 128 GB atau 256 GB. Baterainya memiliki kapasitas 5.000 mAh dan mendukung pengisian cepat SuperVOOC 67 watt. HP ini menjalankan sistem operasi Android 14 dengan antarmuka ColorOS 14.
Di India, Oppo F27 Pro Plus tersedia dalam dua varian warna, yaitu Dusk Pink dan Midnight Navy, dengan harga 27.999 rupee (sekitar Rp 5,4 juta) untuk varian 8 GB/128 GB dan 29.999 rupee (sekitar Rp 5,8 juta) untuk varian 8 GB/256 GB.
Belum ada konfirmasi apakah HP ini akan dirilis di Indonesia atau tidak. Jika ya, kemungkinan ponsel ini akan mengalami perubahan nama karena Oppo telah berhenti memasarkan F-Series di Indonesia.


















Discussion about this post