Suaranusantara.com- Setelah absen di tahun lalu, Vivo kembali memperkenalkan dua perangkat premium terbarunya di Indonesia. Salah satunya adalah Vivo X Fold 3 Pro, yang menjadi perangkat layar lipat pertama dari Vivo di Indonesia.
Dengan berbagai fitur canggih dan desain yang elegan, apakah HP ini mampu bersaing dengan kompetitornya? Berikut adalah ulasan singkat tentang Hp ini.
Berita
Vivo menggebrak pasar HP premium di Indonesia dengan meluncurkan dua perangkat baru, salah satunya adalah ponsel ini. Perangkat ini spesial karena menjadi HP layar lipat pertama yang dibawa Vivo ke Indonesia. Meski memiliki layar yang bisa dilipat, HP ini tetap mempertahankan bodi yang tipis di kelasnya.
Namun, apakah keunggulan ini cukup untuk membuatnya menonjol di antara para pesaingnya? Mari kita lihat lebih dekat dengan review singkat Vivo X Fold 3 Pro.
Desain
HP ini langsung memikat dengan desainnya yang elegan dan premium. HP layar lipat ini memiliki tonjolan kamera melingkar yang mirip dengan Vivo X100 Pro.
Ketebalan bodinya juga mengesankan, hanya 11,2 mm saat dilipat, hampir setara dengan ponsel candy bar yang ada di pasaran. Saat dibuka, ketebalannya hanya 5,2 mm, lebih tipis dari Oppo Find N3 yang memiliki ketebalan 5,8 mm dan Galaxy Z Fold 5 dengan ketebalan 6,1 mm.
Dengan berat 236 gram, Vivo X Fold 3 Pro lebih ringan dibandingkan Oppo Find N3 (239 gram) dan Galaxy Z Fold 5 (253 gram). Vivo menggunakan engsel serat karbon yang diklaim 72% lebih ringan dari engsel metal, tetapi tetap memberikan durabilitas yang baik. Engsel ini mampu menahan 100 kali lipatan per hari selama 12 tahun dan meminimalkan visibilitas lipatan serta menutup dengan mulus.
Desain engsel ini memungkinkan lipatan dibuka hingga 60 dan 120 derajat, sehingga lebih fleksibel dalam berbagai mode penggunaan, seperti saat membuka YouTube dengan video di bagian atas dan kontrol di bagian bawah.
Ponsel ini tersedia dalam dua varian, Eclipse Black dan Solar White, dengan permukaan belakang yang halus namun tidak licin dan tidak meninggalkan noda sidik jari.
Layar
HP ini dilengkapi layar cover 6,53 inci dengan panel AMOLED beresolusi 2.748 × 1.172, kecerahan puncak 4.500 nit, dan refresh rate 120Hz. Rasio 21:9 membuatnya nyaman digenggam dan luas untuk mengakses aplikasi tanpa harus selalu membuka layar bagian dalam. Layar cover juga memiliki tepian melengkung di sisi kanan yang membuat gerakan menggesek lebih nyaman.
Layar bagian dalam berukuran 8,03 inci dengan panel LTPO AMOLED beresolusi 2200 x 2480 piksel. Kecerahan dan refresh rate sama seperti layar depan, termasuk dukungan HDR10+ dan Dolby Vision. Kualitas kedua layar mampu menyuguhkan gambar yang kaya warna, detail, dan tajam, baik untuk bekerja maupun hiburan.
Keunggulan lainnya, Vivo memasang sensor sidik jari di layar cover dan utama, yang memudahkan penggunaan dan belum dimiliki kompetitor di pasaran dengan pemindaian yang sangat cepat.
AI
Vivo X Fold 3 Pro menjalankan Funtouch OS berbasis Android 14. Vivo menjanjikan pembaruan sistem operasi selama tiga tahun dan pembaruan keamanan hingga empat tahun. Namun, Vivo diharapkan memberikan tambahan update mengingat harga HP ini tidak murah dan kompetitornya memberikan dukungan yang lebih lama.
Sistem operasi Funtouch OS di perangkat layar lipat ini memberikan fitur split screen untuk dua aplikasi saja. Meski begitu, transisi dari layar kecil ke layar besar berjalan mulus dengan banyak aplikasi populer yang berfungsi sempurna pada dua ukuran layar yang berbeda. Fitur Smart Screen Shift memungkinkan layar cover aktif saat perangkat dilipat dalam posisi tertentu.
Ponsel ini juga dilengkapi fitur Desk Calendar AOD yang menampilkan informasi jam dan tanggal dengan berbagai tampilan. Fitur AI lainnya termasuk AI Note Assist untuk merapikan catatan secara otomatis, AI Transcript Assist untuk mentranskripsi wawancara dengan akurasi cukup baik dalam bahasa Indonesia, dan AI Global Translation.


















Discussion about this post