SuaraNusantara.com- Artis papan atas Raffi Ahmad tengah dibuat galau lantaran proyek Beach Club Gunungkidul menuai kontra dari sejumlah pihak.
Bahkan masyarakat pun ramai-ramai mengecam Raffi Ahmad yang terlibat dalam proyek Beach Club Gunungkidul.
Adapun mulanya Raffi Ahmad mengumumkan soal proyek Beach Club Gunungkidul pada 17 Desember 2023 lalu.
Tujuan Raffi Ahmad ini adalah untuk menciptakan beach club terbesar di Indonesia di tebing pinggir Pantai Krakal.
Sayangnya, usai pengumuman, masyarakat pun protes bahkan sampai mengeluarkan petisi.
Protes dilayangkan lantaran dinilai proyek ini akan merusak lingkungan sekitar.
Sebanyak dua puluh ribu orang pun sudah menandatangani petisi penolakan pembangunan beach club Raffi.
Imbas protes dari masyarakat, suami dari Nagita Slavina, Raffi pun memilih mundur dari proyek Beach Club Gunungkidul.
Raffi dalam keterangannya di akun Instagram pribadinya @rafffinagita1717 dilihat pada Kamis 13 Juni 2024 memaparkan soal alasan mundur dari proyek tersebut.
“Proyek di Gunungkidul, saya sebagai warga negara RI yang taat hukum, saya juga mengerti bahwa banyak kekhawatiran dari masyarakat terkait proyek ini yang belum sejalan dengan peraturan yang berlaku, dan dengan ini saya menyatakan, akan menarik diri dari keterlibatan saya dalam proyek ini,” ujar Raffi dalam unggahan video di akun Instagram miliknya pada Kamis 13 Juni 2024.
Raffi berujar bahwa dalam membangun bisnis tentu wajib mengikuti segala aturan yang ada dan harus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Karena bagi saya apa pun yang saya lakukan dalam bisnis-bisnis saya ini wajib mengikuti peraturan yang berlaku di Indonesia terutama harus memberikan manfaat yang baik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Raffi Ahmad dikutip dari Instagramnya.
Adapun dalam petisi yang berisikan penolakan atas proyek itu dibuat oleh Muhammad Raafi pada 21 Maret 2024, “Tolak Pembangunan Resort Raffi Ahmad di Gunungkidul!”
Dalam petisi itu tertulis bahwa pembangunan proyek ini termasuk dalam Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu.
Kawasan itu merupakan yang dilindung geologi dan seharusnya tak boleh dibangun apa-apa.
“Kata WALHI Jogja, dampak negatif pembangunan resort di Gunungkidul berupa: kekeringan, krisis air bersih, kerusakan karst, serta banjir dan longsor,” tulis Raafi dalam petisinya.
Selain itu WALHI juga mengatakan, proyek beach club Gunungkidul belum memiliki Analisis Dampak Lingkungan atau AMDAL.
Raffi yang menyadari bahwa dalam bisnis belum bisa memberikan dampak baik bagi masyarakat, dirinya pun dengan legowo memilih mundur.
“Jika ini memang belum memberikan manfaat serta dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan lingkungan, saya akan menarik diri dari proyek ini,” ujar Raffi.
Dan dia berharap dengan keterangan yang diberikannya dapat memberikan kejelasan.
“Saya berharap pernyataan yang saya sampaikan dapat memberikan kejelasan terkait berita ini,” tegasnya.


















Discussion about this post