Suaranusantara.com- Tarif Trump mulai per hari ini Rabu 9 April 2025 tepat pukul 11.05 WIB telah resmi diberlakukan ke seluruh negara termasuk Indonesia.
Adapun Trump sebelumnya mengumumkan tarif impor terbaru pada Rabu 2 April 2025 lalu di Gedung Putih AS.
Negara-negara mendapat tarif Trump mulai dari 10 persen, 15 persen hingga bahkan China dikenakan 104 persen. Sementara itu, Indonesia diketahui dikenakan tarif Trump sebesar 32 persen
Akibat dari tarif yang terbilang tinggi, Trump dengan sombongnya mengatakan bahwa banyak negara yang mulai mengajukan kesepakatan melalui perjanjian dagang.
“Negara-negara sangat ingin membuat kesepakatan,” kata Trump saat jamuan makan malam dengan anggota partai pengusungnya, Partai Republik AS, Selasa malam waktu AS dikutip AFP pada Rabu 9 April 2025.
Trump mengaku banyak negara yang mulai mendekatinya dan menjilat guna negosiasi soal tarif yang dia pasang.
“Negara-negara ini membujuk kita, menjilat saya,” kata Trump lagi.
Trump mengatakan banyak negara yang meminta tolong untuk membuat kesepakatan sebagai langkah negosiasi atas tarif impor yang dipatoknya itu.
“Mereka mengatakan ‘Tolong, Pak. Mari buat kesepakatan. Saya akan melakukan apa pun. Saya akan melakukan apa saja, Pak’,” ucapnya, mencemooh para pemimpin negara yang membujuknya.
Trump mengklaim AS akan mendapatkan hampir US$ 2 miliar sehari dari tarif. Tarif ini disebut Trump sebagai tarif timbal balik atau resiprokal, menyasar negara-negara yang mengalami surplus perdagangan dengan AS dan dicap tak adil ke barang-barang Paman Sam.
Mengutip Reuters, beberapa ekonom telah memperingatkan bahwa pada akhirnya konsumen AS kemungkinan akan menanggung beban perang dagang, menghadapi harga yang lebih tinggi untuk segala hal mulai dari sepatu kets hingga anggur.
Hampir tiga perempat orang Amerika memperkirakan harga barang-barang sehari-hari akan naik dalam enam bulan ke depan, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang baru.
Baju misalnya akan mengalami kenaikan 37% sementara mainan dan video games serta bagian-bagian komputer 30%.
Telepon pintar akan mengalami kenaikan 27% sedangkan barang material untuk pembangunan perumahan 22 persen.
Sementara itu, pasar Asia yang dibuka hari ini anjlok. Di mana bursa Hong Kong turun lebih dari 3% dan bursa Jepang, Nikkei, anjlok 2,7%.
Pasar valuta Asia juga bergejolak dengan won Korea Selatan (Korsel) jatuh ke level terendah sejak 2009 minggu ini. Yuan China juga jatuh ke level terendah sepanjang masa terhadap dolar AS.
Harga minyak pun anjlok. Patokan minyak AS, West Texas Intermediate (WTI), ditutup di bawah US$60 untuk pertama kalinya sejak April 2021.
“Negara kita dan para pembayar pajaknya telah ditipu selama lebih dari 50 tahun. Namun, hal itu tidak akan terjadi lagi,” kata Trump minggu lalu saat mengumumkan tarif tersebut, yang merupakan tarif tertinggi yang pernah dialami negara tersebut dalam lebih dari satu abad.


















Discussion about this post