Suaranusantara.com- Pemerintah berhasil menyalurkan bantuan sosial kepada ratusan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang sebelumnya mengalami kendala.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa dari hampir 770 ribu KPM yang gagal menerima bansos, kini lebih dari 405 ribu telah berhasil disalurkan bantuannya.
Ia menambahkan bahwa sekitar 363 ribu KPM lainnya masih berada dalam tahap perbaikan data. Hambatan utama dalam proses ini, menurutnya, berkaitan dengan kelengkapan dokumen dan data pribadi yang belum akurat. Penyaluran bantuan ini seluruhnya dikoordinasikan melalui bank-bank anggota Himbara.
Baca Juga: Ketua Umum PBNU Gus Yahya Menghadap Prabowo Subianto, Ini yang Dibahas
Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa masalah utama dalam kegagalan transfer antara lain disebabkan oleh perubahan nama penerima, nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak valid, hingga kesalahan administratif lainnya.
Ia memastikan proses perbaikan data terus dilakukan bekerja sama dengan pihak perbankan untuk segera menuntaskan distribusi bantuan.
“Gagal transfer ini banyak sebabnya, mulai dari perubahan nama, NIK, hingga ketidaksesuaian administrasi. Ini semua sedang diperbaiki bersama perbankan,” jelasnya.
Penyaluran bansos tahap II mencakup program reguler dan penebalan bansos, yang dikombinasikan dengan jumlah penerima yang sama.
Baca Juga: Banyak Jemaah Wafat, DPR Siap Bentuk Pansus Haji Usai Evaluasi Komisi VIII
Dia menegaskan bahwa setiap KPM BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) akan menerima Rp 1 juta yang terdiri dari Rp 600.000 bantuan reguler dan Rp 400.000 penebalan (Rp 200.000 masing-masing untuk Juni dan Juli).
“Total lebih dari 14 juta KPM telah menerima BPNT reguler. Untuk PKH, penyaluran telah mencapai 80,43 persen, sementara BPNT 82,95 persen,” ujar Gus Ipul.
Sementara itu, proses pembukaan rekening baru masih berjalan. Saat ini, 1.945.399 KPM PKH (19,4 persen) dalam proses pembukaan rekening. Kemudian, sebanyak 2.723.515 KPM sembako (14,9 persen) dalam proses serupa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.705 KPM PKH dan 3.502 KPM sembako telah memiliki rekening aktif.
“Kami terus berkoordinasi agar proses ini berjalan cepat dan akurat. Setiap ada feedback dari bank, kami langsung tindak lanjuti dengan penyaluran atau perbaikan data,” kata Gus Ipul.


















Discussion about this post