Suaranusantara.com- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman keselo lidah saat menyapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan menyebut nama Ridwan Kamil (RK).
Mengingat sebelumnya, Jawa Barat dipimpin oleh Ridwan Kamil selama dua periode atau sepuluh tahun.
Keseleo lidah mentan itu terjadi saat menghadiri acara panen raya yang berlangsung di Karawang, Jawa Barat pada Rabu 7 Januari 2026.
Mulanya, Amran menyebut Ridwan Kamil, sebelum kemudian menyadari kekeliruannya dan langsung menyapa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Alhasil kekeliruan itu mengundang tawa para hadirin yang ada di sana. “Para Gubernur ada… Pak Ridwan Kamil. Eh, Astaghfirullah, Kang Dedi Mulyadi. Jadi beliau saya selalu… Jadi ini harus potong kambing ya? Kalau salah nama,” kata Amran disambut tawa undangan, Rabu 7 Januari 2026.
Dalam kesempatan itu, Amran mengaku memiliki hubungan dekat dengan Dedi Mulyadi. Dia menyebut komunikasi di antara keduanya kerap dilakukan, terutama terkait sektor pertanian seperti persoalan irigasi.
Dalam perbincangan itu, kata Amran, Dedi Mulyadi juga sering mengingatkan soal latar belakang politiknya yang berbendera Partai Gerinda.
Amran memahami itu sebagai konteks dalam pembahasan bantuan.
“Pak Gubernur, sahabatku, sering telepon-teleponan, “Pak Mentan ada irigasi”. Saya sangat dekat beliau. Tapi biasa beliau tambah, Bapak Presiden “Pak Mentan jangan sampai lupa, aku dari Gerindra”. “Oh ya, aku ngerti itu”. Maksudnya tambah itu bantuan 10 persen,” ujar Amran.
Pada kesempatan yang sama, Amran juga menyinggung arahan Prabowo terkait perubahan sistem distributor pupuk subsidi di seluruh Indonesia.
Pesan yang terngiang saat kebijakan itu dijalankan adalah agar tidak ada perlakuan pilih kasih.
Untuk itu, Amran menyampaikan, siapa pun yang dinilai paling baik dan memenuhi syarat, itulah yang ditetapkan sebagai distributor.
Kebijakan tersebut dijalankan secara lurus sesuai arahan Prabowo, yang disebutnya pernah disampaikan di Hambalang.
Amran juga menyampaikan permohonan maaf kepada Dedy Mulyadi yang akrab disapa KDM dan menuturkan adanya tambahan bantuan sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan yang dinilai baik pada kegiatan tersebut.
“Maaf Pak Gubernur, nanti bantuan ada tambahannya karena pelayanannya baik hari ini,” ujarnya.
Amran mengungkapkan pemerintah telah mencabut sekitar 2.300 izin distributor dan pengecer pupuk di seluruh Indonesia karena dinilai melanggar ketentuan dan merugikan. Dia menyebut, pencabutan izin itu kerap membuat dirinya dicap keras.
Namun, langkah tersebut dilakukan demi memastikan pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani dan dijual sesuai aturan yang berlaku.
“Pupuk, izin Bapak Presiden, kadang kami disampaikan bahwa ini Mentan kejam karena izin yang kami cabut sudah 2.300 seluruh Indonesia,” ujar Amran.


















Discussion about this post