Suaranusantara.com- Perusahaan makanan dan minuman asal Swiss, Nestle menjadi sorotan internasional lantaran sejumlah susu formula diduga terkontaminasi racun Cereulide.
Paparan racun Cereulie ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan terutama yang memiliki tingkat kerentanan tinggi seperti bayi.
Untuk itu, Nestle secara global mencakup 49 negara di dunia telah menarik susu formula yang diduga terkontaminasi racun Cereulide.
Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memerintahan Nestle Indonesia untuk menghentikan pendistribuasian susu formula terdampak.
Arahan BPOM ini demi menjaga keamanan pangan dan perlindungan bayi yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Adapun BPOM meminta Nestle Indonesia menarik satu produk susu formula yang terdampak yakni
S-26 Promil Gold pHPro 1 (formula bayi untuk usia 0-6 bulan), nomor izin edar ML 562209063696 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.
Berdasarkan penelusuran terhadap data importasi BPOM, 2 bets produk susu formula terdampak tersebut diimpor ke Indonesia.
BPOM pun melakukan pengujian pada susu tersebut yang di mana hasilnya tidak terdeteksi racun Cereulide.
Mengingat, Nestle telah menarik sejumlah susu formula secara global mencakup 49 negara lantaran terkontaminasi racun Cereulide.
“Namun, hasil pengujian terhadap sampel produk dari 2 bets terdampak menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi (limit of quantitation/LoQ <0,20 µg/kg),” kata rilis BPOM, Rabu 14 Januari 2026.
Langkah BPOM meminta Nestle untuk menyetop pendistribusian demi mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat, mengingat kerentanan pengguna produk formula tersebut (bayi).
Sejalan dengan itu, Nestle Indonesia telah melakukan penarikan sukarela (voluntary recall) dari peredaran terhadap seluruh produk formula bayi dengan bets yang terdampak di bawah pengawasan BPOM.
Produk susu formula ini sebelumnya masuk dalam daftar penarikan global di 49 negara, setelah otoritas internasional menemukan potensi cemaran toksin cereulide pada bahan baku tertentu.
Penarikan susu formula Nestle dikarenakan terkontaminasi racun Cereulide. Racun Cereulide sendiri merupakan hasil dari bakteri Bacillus Cereus.
Temuan adanya paparan racun Cereulide ini, setelah Nestle melakukan pengujian terhadap semua bahan yang terkandung dalam susu formula bayi.
Nestle pun menemukan adanya “masalah kualitas” pada bahan baku yang bersumber dari salah satu pemasok utama perusahaan.
“Nestle telah melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terdampak,” tulis Nestle di situs web resminya, Selasa 13 Januari 2026.


















Discussion about this post