Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi soal masih terjadinya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat 13 Februari 2026.
Prabowo mengatakan dirinya mendapat laporan keracunan MBG sebanyak 28 ribu penerima manfaat.
Kata Prabowo, total porsi MBG yang disalurkan sebanyak 4,5 miliar. Sementara, secara statistik, angka keracunan MBG hanya 0,0006 persen saja.
Melihat persentase angka keracunan MBG, artinya ada sebanyak 99,994 persen dinyatakan program MBG berhasil.
“Saya dapat laporan sampai hari ini sudah kurang lebih 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan, dikatakan keracunan, sakit perut dan sebagainya. 28 ribu dari 4,5 miliar, kalau tidak salah itu adalah 0,0006 (persen). 0,0006 artinya 99,994 persen (berhasil),” kata Prabowo dalam acara Peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan di SPPG Palmerah Polres, Jakarta Barat, Jumat 13 Februari 2026.
Prabowo mengatakan dalam upaya mencapai keberhasilan, tidak ada yang benar-benar sempurna seratus persen.
Kendati demikian, pemerintah tetap berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas program andalannya tersebut.
“Itu kalau statistik ya, itu kan dibulatkan ke atas, berarti apa? 99,994 (persen) itu berhasil itu. Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai,” ujarnya.
Prabowo menambahkan pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan verifikasi atas data tersebut, sekaligus berupaya menekan angka gangguan kesehatan agar semakin kecil.
Diketahui, sepanjang 2026 kasus keracunan MBG masih terjadi. Terbaru di Tulungagung, Jawa Timur.
Sejumlah siswa dari lima sekolah di Tulungagung dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.
Lima sekolah itu di antaranya SDN 3 Bungur, SMKN 3 Boyanglu, SMK Sore Tulungagung, SMKN Boyolangu, MAN 2 Tulungagung mengalami keracunan usai mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Februari ini.
Koordinator BGN Wilayah Tulungagung Sebrina Mahardika, Kamis, mengatakan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur telah diamankan untuk diuji laboratorium oleh Dinas Kesehatan setempat.
Masih mengutip dari Antara, kasus keracunan MBG juga terjadi di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus Abdul Hakam mengatakan sampel makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 01 yang dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E.Coli).
“Dalam pengujian sampel makanan di BLK Semarang terdapat dua jenis pemeriksaan, yakni bakteriologis dan kimia,” ucap Abdul Hakam di Kudus, Senin (9/2).
Kasus keracunan MBG juga terjadi di beberapa daerah lain pada Februari ini seperti di Penajam Paser Utara (Kalimantan Timur), Lombok Tengah (Nusa Tenggara Barat), dan Singkawang Tengah (Kalimantan Barat).


















Discussion about this post