Suaranusantara.com- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji mengatakan bahwa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah mengundurkan diri dari kepengurusan di Partai Golkar sejak enam bulan lalu.
Adapun Nusron Wahid menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian periode 2024-2029 di DPP Partai Golkar.
Sarmuji berujar, Nusron mengundurkan diri dari kepengurusan partai Golkar lantaran mau berfokus pada hal lain.
“Pak Nusron mundur dari pengurus lebih dari enam bulan lalu. Mungkin mau fokus untuk hal lain,” kata Sarmuji kepada wartawan, Senin 21 September 2026.
Hal senada sebelumnya juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
“Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,” kata Doli kepada wartawan, Sabtu 19 September 2026.
Nusron Wahid pun angkat bicara terkait dirinya dikabarkan mundur dari kepengurusan partai Golkar. Nusron minta untuk ditanyakan langsung ke Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar.
“Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil, dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum, kami sudah pernah diskusi masalah itu, lama,” kata Nusron seusai Rapat Kerja di DPR, Senayan, Jakarta, Senin 21 September 2026.
Nusron tak menjelaskan detail alasan pengunduran dirinya dari partai. Ia berbicara soal hak memiliki privasi.
“Mohon maaf ya, mohon maaf ya, saya punya privasi untuk jalan, boleh nggak saya jalan,” jawabnya setelah wartawan mengajukan sejumlah pertanyaan, termasuk pertimbangan mundur dari DPP Golkar.


















Discussion about this post