
Medan – SuaraNusantara
Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Sumut Brigjen Marsauli Siregar mengungkapkan bahwa ada indikasi penurunan jumlah peredaran narkoba yang masuk ke wilayah Sumatera Utara.
“Di Sumut ada 400.000 orang yang memakai narkoba. Jumlah ini menjadi sasaran pasar para bandar. Jadi peredarannya karena ada permintaan yang cukup tinggi,” kata Marsauli Siregar kepada wartawan pada acara pembukaan Seminar Nasional Sumut Bebas Narkoba yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Katolik (Unika) St Thomas Sumut di Lapangan Reformasi Kampus Jalan Setia Budi Medan, Senin (26/2/2018).
“Penurunan jumlah peredaran narkoba itu dirasakan dalam beberapa bulan terakhir, terkait semakin menguatnya kordinasi BNN dengan pihak kepolisian dan keikutsertaan masyarakat,” kata Marsauli Siregar.
Ia menyampaikan bahwa BNN dan kepolisian sedang mengembangkan pola pencegahan daripada pemberantasan dan penangkapan.
Pencegahan yang dimaksud, katanya, bagaimana melibatkan semua elemen masyarakat untuk peduli dengan gerakan anti narkoba, bagaimana masyarakat dengan kesadaran sendiri menyampaikan laporan kepada BNN maupun kepolisian terkait adanya peredaran dan penggunaan narkoba di lingkungan tempat tinggal.
“Kalau kita terus fokus pada tindak pemberantasan dan penangkapan, bakal penuh penjara,” katanya.
Menurutnya, dua bulan terakhir ini, BNN Sumut mengamankan 0,5 ton narkoba dan 17.000 butir ekstasi. Bahkan ada yang coba membuat pabrik racikan narkoba, yang pelakunya sudah ditangkap dan sedang dalam proses pemeriksaan.
Untuk meningkatkan partisipasi kalangan perguruan tinggi swasta khususnya, pihak BNN Sumut, sedang membangun koordinasi dengan pihak Kopertis Wilayah I Sumut.
“Kita mau ikutsertakan pihak perguruan tinggi untuk kampanye anti narkoba. Kita memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak Unika yang telah menggagasi gerakan anti narkoba di kampus,” katanya.
Penulis: ingot simangunsong

















