Tangerang – Dinas Pendidikan Kota Tangerang memastikan tidak akan memulai kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dalam waktu dekat.
Jamaluddin selaku Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang menjelaskan, meskipun Menteri Pendidikan mengizinkan sekolah yang berada di zona kuning dapat melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka. Namun tidak untuk kota Tangerang.
“Jadi ada 163 daerah kota dan kabupaten yang sudah diizinkan. Untuk di Banten sendiri hanya daerah Tangerang raya saja yang belum boleh, sisanya seperti Serang, Pandeglang, Lebak dan Cilegon sudah dibolehkan,” ucapnya saat ditemui di Wisma PGRI Kota Tangerang, Senin (10/8/2020).
Jamaluddin mengatakan, meskipun kegiatan tatap muka belum diperbolehkan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan – persiapan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di setiap sekolah.
“Bahkan ada sejumlah skema yang kami persiapkan, baik pada masa transisi hingga menghadapi new normal,” kata dia.
Pria yang juga menjabat ketua PGRI Kota Tangerang itu menjelaskan, skema yang pertama ialah hanya memperbolehkan 30 persen siswa yang hadir kesekolah. Lalu, tahap selanjutnya memperbolehkan 50 persen siswa untuk tatap muka di kelas.
“Dan pada fase new normal nanti, akan dicoba sebanyak 70 persen siswa yang ikut belajar secara tatap muka di sekolah, hingga keadaan normal kembali,” jelasnya.
Meski sudah mempersiapkan segala skema, ia mengaku belum bisa memastikan kapan itu semua bisa dilaksanakan. “Pertama menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, lalu intruksi dari pa Walikota Tangerang,” tambahnya.
Meski demikian, saat ini pihaknya sedang fokus melakukan pembinaan kepada guru disejumlah sekolah terkait upaya memaksimalkan pembelajaran jarak jauh.
“Jadi saya meminta kepada guru untuk membuat video pembelajaran jarak jauh yang dibuat sendiri oleh guru tersebut. Agar para siswa lebih memahami dan memiliki kebanggaan kepada gurunya,” tukasnya. (nji)


















Discussion about this post