SuaraNusantara.com – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu menekankan pemerintah belum menentukan lebih lanjut pengetatan pembatasan COVID-19 di tengah kasus kembali meningkat. Khususnya di DKI Jakarta lantaran tren COVID-19 konfirmasi berada di level 3 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
“Belum ya, masih akan dikaji,” sebut Maxi saat ditemui wartawan, Senin (14/11/2022).
Pengetatan pembatasan COVID-19 yang dimaksud meliputi diberlakukannya kembali pembelajaran jarak jauh hingga work from home (WFH). Situasi COVID-19 menurut Maxi memang meningkat di tengah Omicron XBB.
Ia meminta masyarakat memperketat penggunaan masker meskipun di luar ruangan, terlebih ketika bergejala.
“Pokoknya kalau ada gejala batuk dan pilek wajib pakai masker,” beber dia.
Maxi mengaku belum ada laporan melonjaknya klaster COVID-19 di sejumlah komunitas termasuk perkantoran.
“Belum ada ya, (peningkatan klaster perkantoran dan keluarga),” sambung dia.
Sebelumnya kasus COVID-19 di tengah longgarnya peraturan kembali meningkat. Khususnya di DKI Jakarta lantaran tren COVID-19 konfirmasi berada di level 3 menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Varian Omicron XBB diduga menjadi penyebab lonjakan kasus positif Covid-19 di Indonesia pada November 2022 ini. Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia pada November 2022 ini kembali tinggi dengan penambahan per hari mencapai 6.000-an per kasus. Lalu apa saja gejala positif Covid-19 Omicron XBB? (edw)


















Discussion about this post