SuaraNusantara.com-Oey Tjin Eng, salah satu warga Kota Tangerang, meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan tersebut diberikan kepada Oey Tjin Eng dalam kategori pelestari untuk individu, sebagai pengakuan atas dedikasinya dalam melestarikan tradisi dan budaya Cina Benteng. Ditemui di sebuah kedai kopi berdekatan dengan Klenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama Tangerang, Oey Tjin Eng mengungkapkan rasa harunya terkait penghargaan tersebut.
“Terharu, karena sekian lama baru dapat apresiasi, terharu selama saya belajar itu tidak percuma dan mendapatkan penghargaan dari pemerintah,” ujar Oey Tjin Eng. Sebelum menerima penghargaan ini, Oey Tjin Eng telah mengirimkan profilnya kepada Kemendikbud, yang mencakup kegiatan sebagai pelestari Cina Benteng dan sejarah terkait. Pengabdiannya selama 15 tahun sebagai pengurus di Klenteng Boen Tek Bio membuatnya sering menerima kunjungan dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat yang ingin memahami sejarah dan budaya Cina Benteng.
Baca Juga:Â Perhelatan Indonesia Drum Corps International 2023 Dimulai di Kota Tangerang
Oey Tjin Eng menjelaskan bahwa lebih dari 500 mahasiswa telah membuat skripsi dengan fokus pada Cina Benteng, termasuk mahasiswa jenjang S-2 dan S-3 dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Tiongkok telah mengambil penelitiannya tentang Cina Benteng. Menariknya, ketertarikan para peneliti tersebut muncul karena keunikan kebudayaan Tionghoa yang tetap bertahan meskipun penduduk Cina Benteng tidak fasih berbahasa Mandarin.
“Keunikan mereka (Cina Benteng) adalah tidak bisa berbahasa Mandarin seperti saya, tetapi budayanya tetap bertahan,” ungkap Oey Tjin Eng. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi dan dedikasi Oey Tjin Eng dalam melestarikan dan mengenalkan kebudayaan Cina Benteng kepada masyarakat luas.


















Discussion about this post