SuaraNusantara.com-Zivanka Nafisa Wongkaren, atau akrab disapa Zizi, adalah seorang gadis yang nampaknya pantas disebut ‘si paling kompetitif’. Dia memiliki keyakinan bahwa jika teman-temannya mampu, maka dirinya juga mampu.
Zizi menyelesaikan perkuliahan tepat waktu, meski awalnya merasa terkejut dengan dinamika yang cukup berat di Program Studi Internasional Teknik Mesin ITB. Ia menghadapi impostor syndrome, merasa tidak percaya diri, namun berusaha untuk tidak membandingkan dirinya dengan teman-teman sekelas.
Pada semester 5, Zizi mulai terbiasa dengan beban kuliah dan belajar untuk fokus pada perkembangan dirinya sendiri. Dia memiliki tekad kuat untuk menjadi seorang peneliti dan mengubah cara pandang terhadap pelajaran yang sulit.
Baca Juga: Survei Litbang Kompas: PDIP Ungguli Gerindra, PKB Depak Golkar di Posisi Ketiga
Zizi berhasil menyelesaikan perkuliahan dengan baik dan menjadi wisudawan termuda pada Wisuda Pertama ITB, usia 19 tahun 1 bulan. Selain kecerdasan akademiknya, Zizi juga memiliki minat terhadap origami dan menyusun mainan lego, mendorongnya untuk berkreasi dan berinovasi.
Dengan latar belakang akselerasi di setiap jenjang pendidikan, Zizi menyelesaikan SD dalam 5 tahun, SMP dan SMA masing-masing dalam 2 tahun. Selama kuliah, ia fokus pada kecakapan interdisipliner seperti mekatronika, kontrol, programming, dan AI.
“Aku mau mencurahkan tenaga dan pikiran untuk menjadi peneliti. Saat menerima materi, aku mengenyahkan pikiran jika mata kuliah yang dipelajari susah. Aku ubah mindset-nya jika teori di mata kuliah itu bisa diimplementasikan saat aku membuat robot. Aku jadi lebih fokus mengasah skill, bukan semata mencari nilai,” kata Zizi dikutip dari laman itb.ac.i, Rabu, 29 November 2023.
Tugas Akhir Zizi berkaitan dengan implementasi Deep Reinforcement Learning (DRL) dalam parkir lurus mundur untuk kendaraan otonom. Proyek ini melibatkannya dalam kolaborasi antara Laboratorium Dinamika FTMD ITB dan Pusat Riset Mekatronika Cerdas LIPI BRIN.
Zizi, tidak hanya berprestasi di bidang akademik, juga aktif di kegiatan di luar kelas seperti Unit Robotika ITB, Society of Renewable Energy ITB, Unit Hoki ITB, dan Himpunan Mahasiswa Mesin ITB.
Setelah lulus, Zizi berencana melanjutkan pendidikan S2 sambil mencari pekerjaan, menunjukkan keseriusannya dalam menjadi seorang peneliti. Dia memberikan pesan kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas, tidak hanya dalam prestasi akademik, tetapi juga di bidang lain.


















Discussion about this post