Suaranusantara.com- Keluarga Besar Alumni Kampus Universitas Bung Karno (KAMI UBK) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) ke-3 bertajuk “Transformasi Alumni UBK, Menuju Kepemimpinan yang Visioner” di Aula Ir Soekarno UBK, Jalan Kimia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2025).
Mubes ke-3 tersebut terdiri dari tiga sidang paripurna. Hasilnya Indra Guru Roosmono dari Fakultas Ekonomi (1999) terpilih menjadi Ketua Umum KAMI UBK periode 2025-2028 secara aklamasi.
Dalam sambutan perdananya, Indra Guru mengatakan, para alumni dan mahasiswa aktif saat ini harus saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mengembalikan semangat perjuangan yang dicita-citakan Presiden pertama RI, Soekarno (Bung Karno).
“UBK bisa kembali ke khittah untuk mengembalikan gairah dan semangat ke Bung Karno-annya,” kata Indra Guru dalam sambutannya di Aula Ir Soekarno UBK, Jalan Kimia, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/2/2025).
Indra Guru menegaskan, UBK merupakan kampus yang memiliki sejarah panjang dalam mengawal demokrasi di Indonesia. Terlebih, dengan menyandang nama besar Bung Karno sebagai “Bapak Plokamator”.
Ia juga mengapresiasi panitia penyelenggara yang melaksanakan Mubes ke-3 tersebut di UBK. Pasalnya, pada dua mubes sebelumnya tidak berlangsung di UBK.
“Mubes ke-3 ini diselenggarakan kembali ke kampus Bung Karno agar alumni mau mengingat nilai sejarah mengapa kita semua bisa bersatu bergabung di UBK,” ujar Indra Guru.
Di sisi bersamaan, Ketua Yayasan Pendidikan Soekarno, M Marhaendra Putra mengapresiasi terlaksananya Mubes ke-3 KAMI UBK. Ia menyebut, para alumni harus menjadi mentor dengan turun aktif menemui mahasiswa yang masih aktif berkuliah di UBK.
“Visioner, progresif, revolusioner dengan komunikasi tanpa sekat dan golongan antar alumni. Kemudian berani membawa UBK ke tingkat nasional dengan kolaborasi dari segala lini,” kata Mahaendra.
Sementara itu, Ketua Alumni UBK periode pertama, M Ashraf Ali menyambut baik terpilihnya Indra Guru. Ia menyebut, kegiatan tersebut sebagai bagian dari konsolidasi suatu organisasi yang ada di bawah lingkungan UBK.
Ashraf Ali yang juga lulusan dari Fakultas Hukum (2008) itu menuturkan, KAMI UBK yang dulu bernama Ikatan Alumni (IKA) UBK itu bisa menjadi institusi untuk saling bertukar informasi. Terpenting dapat menjadi berkumpulnya para alumni UBK se-Indonesia.
“Saling tukar informasi ada alumni yang di berbagai sektor, di pemerintahan, di politisi, di aparat kepolisian, di angkatan darat yang pernah kuliah di situ, yang sekarang menjabat di seluruh daerah,” kata Ashraf.
Ashraf pun berharap, Ketua KAMI UBK terpilih untuk segera menyusun kabinet agar ke depan bisa aktif dengan terjun ke tengah masyarakat. Serta aktif memberikan perhatian terkait persoalan bangsa.
“Artinya merespons hal-hal yang terkait dengan yang terjadi di negeri ini, baik persoalan-persoalan sosial, ekonomi, politik, kesehatan dan sebagainya,” ucap dia.
Sebagai infomasi dalam Mubes ke-3 KAMI UBK, Juliano Valentino dari FISIP (1999) menjadi pimpinan sidang sementara bersama Jumadil dari FTSP (1999) dan Jasin dari FE (1999) sebagai anggota.
Sementara itu, Achmad Richad Supriyanto dari FTI (1999) menjadi pimpinan tetap bersama M Jasin Asis dari FE (1999) dan Fajar Nugrah Wibawa dari FH (2010) sebagai anggota.
Turut hadir pula dalam Mubes ke-3 KAMI UBK, Rektor UBK Sri Mumpuni Ngesti Rahayu, Wakil Rektor 3 UBK Daniel Panda, Dekan FISIP UBK Galuh Sukmaranti, dan Ketua Alumni UBK periode kedua Bramantyo Laksono dari FTSP (2000)
















Discussion about this post