Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku telah menekan aturan soal kenaikan dana operasional RT/RW, yang merupakan salah satu janji kampanyenya saat Pilgub Jakarta 2024.
Dia berharap kebijakan tersebut dapat terlaksanakan pada bulan Oktober 2025 mendatang.
“Jadi dana operasional untuk RT/RW saya sudah tanda tangani. Nanti saya umumkan pada saatnya berlakunya adalah mudah-mudahan bulan Oktober,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2025).
Meski demikian, Pramono enggan mengungkap besaran kenaikan dana operasional itu.
Ia juga tidak menjawab ketika ditanya bahwa kenaikan hanya sebesar 25 persen.
Besaran kenaikan 25 persen itu sebelumnya terungkap dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi DPRD DKI tentang raperda perubahan APBD tahun anggaran 2025, Senin (21/7/2025). Kenaikan itu disorot oleh Fraksi Demokrat-Perindo.
“Fraksi Partai Demokrat-Perindo mengapresiasi atas rencana kenaikan dana operasional RT/RW sebesar 25 persen untuk tiga bulan dalam RAPBD Perubahan 2025,” kata Anggota Fraksi Demokrat-Perindo Dina Masyusin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (21/7/2025).
Mereka menilai kenaikan dana operasional itu belum sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab para pengurus RT/RW di Jakarta.
Pengurus RT/RW dinilai merupakan ujung tombak pelayanan publik, penjaga ketertiban lingkungan, dan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat akar rumput.
“Fraksi Partai Demokrat-Perindo mendorong agar kenaikan dana operasional RT/RW dapat ditingkatkan lebih signifikan,” kata Dina.


















Discussion about this post