Suaranusantara.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan dominasinya sebagai pusat investasi nasional. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan realisasi investasi di Jakarta meningkat rata-rata 27,2 persen setiap tahun.
Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta, Muhammad Herizkianto, menyampaikan bahwa nilai investasi pada periode Januari hingga September 2025 telah mencapai Rp204,2 triliun.
Capaian tersebut menandai 80 persen dari target tahunan sebesar Rp255 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM.
Dari total investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan nilai Rp131,2 triliun, atau sekitar 16,6 persen dari total nasional.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp73 triliun, menjadikan Jakarta sebagai tujuan utama investor lokal maupun global.
Herizkianto menjelaskan, tiga sektor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan investasi yakni transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, jasa lainnya, serta perdagangan dan reparasi.
Sektor-sektor tersebut dinilai paling adaptif terhadap arah pembangunan Jakarta yang berorientasi pada digitalisasi dan keberlanjutan.
Untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi, DPMPTSP menyusun Peta Potensi Investasi Jakarta yang memetakan peluang di tiap wilayah.
Dokumen tersebut memuat potensi unggulan seperti kesehatan, real estate, perikanan, transportasi, komunikasi, serta akomodasi dan kuliner sebagai sektor prioritas investasi berkelanjutan.
Melalui pengembangan 49 service point dan inisiatif Gerbang Investasi Terintegrasi, Pemprov berkomitmen menghadirkan layanan investasi yang cepat, sederhana, dan transparan.
Dengan strategi “Faster, Simpler, Smarter”, Jakarta menargetkan menjadi kota global berdaya saing tinggi menuju posisi Top 50 Global City pada 2030 dan Top 20 Global City pada 2045.


















Discussion about this post