SuaraNusantara.com – Warga Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, membuka donasi untuk membangun hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir bandang pada awal tahun 2020. Pasalnya, sudah enam tahun, Pemerintah tak kunjung membangun tempat tinggal yang layak untuk ratusan kepala keluarga.
Hingga saat ini ratusan kepala keluarga masih menetap di hunian sementara (Huntara) yang bangunannya seadanya di wilayah Lebakgedong.
Pantauan di tenda donasi yang didirikan dekat dengan Kantor Bupati Lebak, beberapa bahan bangunan seperti pasir, bata ringan, semen, besi sudah berdatangan, Jumat (16/1/2026). Material itu sumbangan dari berbagai pihak yang peduli dengan nasib warga.
“Lewat donasi ini kami ingin meringankan beban Pemkab Lebak, Pemprov Banten dan juga Pusat karena sampai detik ini ternyata tidak mampu mengalokasikan anggaran,” kata Zaenudin salah seorang warga Lebakgedong.
Zaenudin mengatakan, aksi buka donasi tersebut juga untuk mengetuk hati pemerintah terhadap kondisi ratusan keluarga yang tinggal di tempat tak layak selama bertahun-tahun.
“Seperti ini lah kondisi kehidupan kami selama enam tahun di Huntara, tidur beratapkan terpal dengan alas tidur yang seadanya,” ucapnya.
Zaenudin mengaku kecewa dengan kebijakan anggaran Bupati Lebak Hasbi Jayabaya yang justru mengalokasikan dana untuk pembangunan tidak prioritas. Salah satu contohnya, penataan Alun-Alun Rangkasbitung yang menyedot APBD Lebak sebesar Rp4,9 miliar.
“Di saat banyak pembangunan harusnya jadi prioritas pemerintah di pelosok, Pemkab Lebak justru mempertontonkannya dengan merevitalisasi alun-alun yang anggarannya hampir Rp5 miliar,” ungkap Zaenudin.
Menurutnya, donasi terus dibuka hingga ada perkembangan, setidaknya proses pematangan lahan yang akan menjadi lokasi Huntap sudah dilakukan Pemkab Lebak.
“Mau sampai kapanpun kalau mereka (Pemkab) hanya menyuguhkan janji-janji, kami akan terus bertahan,” katanya.(Def)


















Discussion about this post