Kota Tangerang – Menjadi warga kota metropolitan membuat warga masyarakat Kota Tangerang harus terus berinovasi untuk meningkatkan perekonomiannya.
Padatnya penduduk dan sedikitnya lowongan pekerjaan membuat masyarakat harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan.
Seperti yang dilakukan oleh warga Kampung Samsit, RW 03, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Seluruh warga di Kampung tersebut menanam tanaman obat Samsit atau yang biasa disebut pohon Dewa di setiap rumah.
“Awalnya saya kecelakaan, lalu kaki saya seperti patah, sudah dibawa ke rumah sakit, disuruh amputasi, saya engga mau, saya kekeuh engga mau, akhirnya saya minta obat semacam arak gosok ke temen saya yang Tionghoa,” ujar Samsul Bahri, Ketua RT 01/03, Kelurahan Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Rabu (21/11/2018).
Alih-alih diberikan arak gosok, temannya malah memberikan selembar daun sampit. Ia diminta menanam pohon tersebut untuk dijadikan obat.
“Akhirnya saya tanam dan tumbuh, daunnya jadi banyak, setiap hari digiling sampai halus terus ditempelin ke yang luka, akhirnya sembuh,” ujarnya.
Lantaran sudah merasakan sendiri khasiatnya, Samsul dan sang istri pun membudidayakan tanaman tersebut. Pasalnya, jika dijual tanaman Samsit memiliki harga yang fantastis.
“Untuk satu lembar daun saja harganya Rp. 50.000, untuk ubinya bisa mencapai Rp. 150.000 kalau basah dan Rp. 300.000 kalau kering,” ungkap Samsul.
Lantaran harganya yang fantastis, seluruh masyarakat pun mau untuk menanam tanaman obat ini disetiap rumahnya. Bahkan, seluruh tanaman hias yang mewarnai rumah masyarakat diganti dengan tanaman Samsit tersebut.
“Karena tanamnya juga gampang hanya tinggal stek saja, jadi mereka juga mau untuk menanam karena harganya juga mahal, dijual nya mahal akhirnya bisa meningkatkan ekonomi mereka,” tuksanya. (aul/nji)

















